Timotius Jono: Penyuluh Pertanian Harus Aktif Turun Lapangan

Editor: Diko Eno
Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang fraksi partai PDI- Perjuangan Timotius Jono.[Ist]
Bengkayang (Suara Kalbar) - Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang fraksi partai PDI- Perjuangan Timotius Jono meminta Pemerintah Kabupaten Bengkayang untuk meningkatkan penyuluh pertanian supaya lebih intensif turun ke lapangan.⁣

Hal tersebut dinilai penting mengingat hampir mayoritas masyarakat Kabupaten Bengkayang bergerak dalam sektor pertanian.⁣

Timotius Jono mengungkapkan, Sejak awal bulan November 2019 lalu, petani sawah disejumlah Kecamatan di Kabupaten Bengkayang mulai masuk tahap kedua masa tanam padi sawah, sehingga untuk memaksimalkan hasil pertanian itu penyuluh pertanian lebih intensif turun kelapangan membantu masyarakat.⁣

"Dengan adanya bimbingan dan seringnya penyuluh pertanian turun ke lapangan, hal itu dapat memacu semangat petani dan kepercayaan diri petani dalam hal intensifikasi pertaniannya, dan peran penyuluh dalam hal ini sangat penting langsung hadir ditengah tengah masyarakat petani itu sendiri,”tegas Jono.⁣

Dua warga bercocok tanam di sawah.[suarakalbar/Nadi]

Jono menilai selama ini penyuluhan terhadap kelompok tani masih kurang merata di Kabupaten Bengkayang terutama mengatasi masalah pembasmian hama yamg mengganggu hasil pertanian.⁣

Padahal menurut Jono, Kabupaten Bengkayang memiliki potensi dalam sektor pertanian seperti padi, jagung, dan perkebunan sayuran namun hasilnya masih belum signifikan.⁣

“Laporan yang kami terima, faktor utama laporan dari petani yang didapati adalah bantuan bibit yang diberikan kepada para petani sudah kadaluarsa, jadi logikanya bagaimana hasil pertanian bisa maksimal jika bibit yang diberikan saja sudah afkir atau kadaluarsa," ucap Jono.⁣

"Maka harapan kami, kedepan Pemerintah Kabupaten Bengkayang dalam hal ini instansi yang berwenang perlu mengontrol lebih ketat penyaluran bibit pertanian serta pupuk bersubsidi yang akan diberikan kepada para petani.⁣

"Kepala Desa, dan aparat Pemerintah juga harus bisa mengontrol dan mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi dan bibit pertanian yang diberikan, agar tepat sasaran tidak kadaluarsa dan bahkan tidak diselewengkan," ⁣

"Karena saat ini hal seperti itulah yang masih menjadi keluhan utama para petani dalam hal meningkatkan hasil pertanian itu sendiri," tutupnya.⁣

Penulis : Nadi⁣
Editor: Diko Eno⁣


Advertising
Share:
Komentar

Advertising

Terkini