SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Subhan Nur : Insfrastruktur Kalbar Lamban, Listrik Masih Belum Merata

Subhan Nur : Insfrastruktur Kalbar Lamban, Listrik Masih Belum Merata

Subhan Nur

Pontianak (Suara Kalbar) – Masih banyaknya infrastruktur yang belum diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat diakui anggota DPRD Kalbar, H Subhan Nur harus menjadi fokus utama dalam pembangunan di lima tahun kedepan kepemimpinan Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Beberapa pembangunan seperti jembatan dan jalan di Kabupaten Sambas misalnya, diakui Legislator Partai Nasdem ini masih banyak yang belum tertangani dengan baik, namun hingga saat ini belum dilakukan perbaikan oleh Pemprov Kalbar.

“Saat saya turun kelapangan kemarin masih banyak keluhan masyarakat terkait beberapa ruas jalan yang rusak termasuk jembatan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab Provinsi terutama di Kabupaten Sambas yang harusnya ada peningkatan tidak lagi fungsional yang hingga saat ini belum ada perubahan,” ungkapnya kepada suarakalbar, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya daerah pemilihannya di kawasan Subah-Sambas contohnya, diakui H Subhan bahwa kawasan tersebut terkait jalan hingga saat ini kondisi rusak sehingga menyulitkan masyarakat disekitar terutama mereka yang hendak beraktifitas dan melakukan kegiatan lainnya.

“Demikian pula dengan jalan Teluk Kalong ruas jalan jembatan rusak parah sehingga Bappeda jangan asal-asalan menata infrastruktur, harusnya berkoordinasi dengan Pemkab Sambas menata jalan dan jembatan tersebut,” terangnya.

Legislator Nasdem inipun menjelaskan bahwa jalan tambal sulam-pun terjadi di kaWasan Sambas-Subah, termasuk beberapa ruas jalan di Merbau, Teluk Kalong dan Di Desa Danau Perdah.

“Belum lagi disekitar Jalan Sentete-pelabuhan padahal hanya dua kilometer,” tuturnya.

Akan halnya pembangunan di kawasan Melanau, legislator asa Sambas inipun menyayangkan jika listrik belum masuk dikawasan tersebut.

“Disana PLN hanya sampai sore dan kapasitas voltase turun padahal di Melanau lebih daya dan over artinya PLN karena status pihak Pemprov dak tanggap, dari sore sampai ke pagi tidak ada listrik. Padahalkan wisatawan tinggi, banyak lagi yang dikeluhkan yang sebenarnya menjadi kewajiban Pemprov Kalbar,” pungkasnya.

Penulis  : Dina Wardoyo

Editor    : Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan