|

Sempat Viral, Wali Kota Singkawang Tinjau Pos Satpam Mirip Khas Bangunan Tionghoa⁣

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie meninjau Pos Satpam dengan bangunan mirip khas Tionghoa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang di Jalan Alianyang, Jumat (29/11).[suarakalbar/Gusti]
Singkawang (Suara Kalbar)- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie melihat Pos Satpam mirip khas bangunan Tionghoa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Jalan Ali Anyang pada Jumat (29/11).⁣

Kedatangan Tjhai Chui Mie ke Pos Satpam ingin melihat secara dekat, Pos Satpam yang menjadi kontroversial di media sosial, lantaran bangunannya mirip rumah ibadah salah satu etnis.⁣

“Dinas Pendidikan membangun ini suatu bangunan Pos Satpam yang mirip menyerupai bangunan Tionghoa, dan saya pikir ini kreatif dimana setiap pertemuan seluruh Kadis untuk berinovasi dan kreatif,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.⁣

Tjhai Chui Mie langsung menanyakan masalah ini dengan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan dan dasar pembangunan ke Kadis. “Jadi tidak lama lagi memasuki bulan Januari dan kemudian ada perayaan Imlek dan Cap Go Meh, karena posisi kantor yang kebetulan berada di jalan utama di Jalan Ali Anyang tempat orang berlalu lalang,” katanya.⁣

Dia menjelaskan, adanya bangunan ini tentu menarik, untuk datang menghadiri Festival Imlek dan Cap Go Meh di Kota Singkawang yang sudah menasional  dan internasional.⁣

“Bangunan yang mirip bangunan khas Tionghoa ini bukan hanya ini saja, di belakang kantor juga ada bangunan  seperti bangunan khas Dayak, tentu ini sangat kreatif,” ujarnya.⁣

Jadi banyak kreatifitas yang bisa dilakukan, kata Tjhai Chui Mie diantaranya yang dilakukan Dinas Perkimta dengan melakukan paving warna warni ditiap gang.⁣

“Jadi kreatifitas dari setiap dinas dengan jiwa merah putih tanpa selalu memancing  etnis atau SARA, karena kita terdiri dari berbagai etnis dan dan budaya,” imbuhnya.

Tjhai Chui Mie mengajak untuk mengambil hal positif dimana Kota Singkawang terdiri dari berbagai etnis. “Bagaimana kita selalu menjaga kerukunan dan menciptakan daya tarik luar biasa dari Kota Singkawang dan menciptakan peluang bisnis, yaitu masyarakat mengambil peluang usaha yang ada yang bisa dikembangkan, dan bukan hal negatif yang dikembangkan,” katanya.⁣

Dia menegaskan tidak ada yang salah dalam pembangunan Pos Satpam ini, karena bukan model bangunan pekong menganggap masyarakat Singkawang sudah semakin cerdas dalam menanggapi masalah atau persoalan yang ada.⁣

Ditempat yang sama, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, HM Nadjib mengatakan bahwa Bidang Kebudayaan masuk ke Dinas Pendidikan sejak 2017.⁣

“Kita membangun pos satpam ini sedemikian rupa agar memiliki daya tarik, mudah-mudahan adanya bangunan ini dapat mencuri perhatian dan tertarik datang ke Singkawang,” jelasnya.

Adanya bangunan Pos Satpam yang bentuknya agak beda ini, kata Najib, agar Kota Singkawang semakin menarik dan apalagi ini juga masuk dalam pembinaan kebudayaan.⁣

“Ada sebanyak  17 etnis paguyuban nusantara yang ada di Kota Singkawang yang kita bina dalam kehidupan yang multi etnis,” pungkasnya.

Penulis: Gusti⁣
Editor: Diko Eno⁣
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini