|

Pemuda Terdidik dan Sehat, Modal Dasar Menuju Kalbar Maju

Oleh: Arif Rahman, S.Tr.Stat
PEMUDA merupakan garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan dan pembangunan bangsa. Kemajuan suatu bangsa sering kali dikaitkan dengan bagaimana peran pemuda. Tidak terkecuali di Indonesia, pemuda juga menjadi suatu tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia terus berupaya mengembangkan segenap potensi yang dimiliki oleh pemuda sebagai bagian dari pembangunan nasional untuk memasuki era revolusi industri 4.0 dan peluang bonus demografi.

Menurut Undang-Undang No. 40 tahun 2009, pemuda adalah penduduk berusia 16 hingga 30 tahun yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan.

Dalam sudut pandang demografi penduduk, kelompok umur pemuda masuk sebagai usia produktif, yaitu usia yang dalam perhitungan beban ketergantungan memiliki posisi sebagai penanggung beban penduduk usia tidak produktif. Artinya, pemuda ibarat tulang punggung bangsa, penentu masa depan bangsa, bahkan sebagai ujung tombak dalam mengantarkan kemerdekaan bangsa.

Peran pemuda dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah melahirkan pergerakan nasional serta mengantarkan Indonesia pada kemerdekaan. Kemudian, pada masa lahirnya reformasi tahun 1998, juga tidak luput dari peran pemuda dengan kesatuan aksi mahasiswanya. Hal tersebut menunjukkan bahwa selama ini pemuda tidak hanya berpangku tangan, namun senantiasa berperan sebagai pemikir, pejuang, pembaharuan, serta pembangunan bangsa dan negara.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, Kalbar merupakan rumah bagi 1,26 juta jiwa pemuda yang mengisi lebih dari seperempat penduduk Kalbar (25,19 persen). Kemudian, menurut proyeksi penduduk hasil SUPAS 2015, pemuda Kalbar juga mengisi sekitar sepertiga dari penduduk usia produktif. Oleh karena itu, akan sangat berarti jika jumlah pemuda yang tidak sedikit ini juga diiringi dengan kualitas yang mumpuni, mengingat pemuda adalah calon pemimpin yang akan menentukan nasib bangsa di masa depan.

Bagaimana Kualitas Pemuda Kalbar ?

Kualitas pemuda dapat dilihat dari capaian pendidikan dan kesehatannya. Pendidikan merupakan kunci dari kesejahteraan suatu bangsa. Pernyataan tersebut tentu tidak berlebihan, mengingat investasi yang paling besar dalam pembangunan dan kemajuan negara adalah pendidikan sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Selanjutnya, pembangunan di bidang kesehatan juga merupakan bagian penting dari pembangunan nasional. Pemuda sebagai motor penggerak pembangunan, harus selalu berada dalam kondisi sehat. Hal tersebut diperlukan agar pemuda dapat secara proaktif mengembangkan diri dan mengelola berbagai sumber daya pembangunan untuk kepentingan masyarakat dan negara.

Sebagai ujung tombak suatu bangsa, pemuda diharapkan dapat ikut berpartisipasi secara aktif dalam jenjang pendidikan yang tinggi. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat pendidikan pemuda adalah jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan. Tingkat pendidikan pemuda memiliki kaitan yang erat dengan banyak hal, seperti penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan meningkatnya tingkat pendidikan pemuda, diharapkan kualitas dan taraf hidup pemuda juga semakin meningkat.

Pada tahun 2018, Kalbar didominasi oleh pemuda berpendidikan SD kebawah dengan proporsi sebesar 33,59 persen. Kemudian, disusul oleh pemuda berpendidikan SMP/sederajat sebesar 31,29 persen, SMA/sederajat 27,23 persen, dan hanya 7,89 persen pemuda di Kalbar yang menamatkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Melihat data tersebut, Kalbar masih menghadapi tantangan yang cukup besar dalam menjamin akses dan pemerataan pendidikan untuk sekolah menengah dan perguruan tinggi. Oleh karena itu, permerintah perlu meningkatkan pembangunan dalam bidang pendidikan agar permasalahan tersebut dapat segera diatasi.

Kemudian, untuk mengukur status kesehatan pemuda, dapat digunakan angka kesakitan sebagai salah satu indikator. Angka kesakitan merupakan keluhan atas suatu penyakit yang dirasakan oleh penderita yang menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan data BPS, sekitar 18 persen pemuda Kalbar pernah mengalami keluhan kesehatan pada tahun 2018. Selanjutnya, pada tahun yang sama angka kesakitan pemuda Kalbar adalah sebesar 7,17 persen.

Kondisi tersebut menjelaskan bahwa dari 100 orang pemuda di Kalbar, sebanyak 18 orang diantaranya mengalami keluhan kesehatan dan 7 orang mengalami sakit.

Berdasarkan data tesebut, sudah seharusnya pemerintah terus berupaya untuk menekan angka kesakitan di Kalbar. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan pembangunan dalam bidang kesehatan, terutama yang bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, murah, dan merata.

Melalui upaya tersebut, diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Program Kepemudaan pada Bidang Pendidikan dan Kesehatan
Pemuda adalah harapan bangsa yang memiliki peran dan fungsi yang penting dalam pembangunan.

Setiap pemuda memiliki potensi besar sebagai katalis pembangunan sosial ekonomi. Potensi pemuda dapat digali secara maksimal untuk menjadikan pemuda sebagai agen perubahan yang menentukan arah pembangunan negeri ini. Dengan diberdayakannya pemuda, maka pertumbuhan yang berkelanjutan dan tujuan pembangunan dapat tercapai.

Selama ini, pemerintah telah berupaya untuk membangun pemuda melalui program-program yang dijalankan khususnya melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Beberapa program prioritas pemerintah dalam bidang pendidikan dan kesehatan terkait kepemudaan antara lain, Beasiswa Pendidikan S2 Pemuda Berprestasi.

Program ini bertujuan untuk menghasilkan pemuda yang dapat menjadi teladan, penyuluh, tenaga kepemudaan, dan konsultan kepemudaan di segala bidang.
Kemudian, Program Pemuda Magang di Luar Negeri (PPMLN) yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan akademik dan keahlian profesional bagi pemuda Indonesia di lingkungan kebudayaan luar negeri.

Program selanjutnya, Pemuda Anti Narkoba yang bertujuan untuk memberantas maraknya penggunaan narkoba di kalangan pemuda dan menyiapkan mental serta meningkatkan pengetahuan para pemuda tentang bahaya narkoba untuk menangkal bahaya destruktif narkoba.

Selain itu, ada juga program Pemuda Inspiratif 2018 yang bertujuan untuk mewujudkan Nawacita. Terdapat sembilan bidang program, yaitu pariwisata, lingkungan, olahraga, musik, teknologi, wirausaha, pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Dengan demikian, pembangunan kepemudaan melalui program yang telah dijalankan diharapkan dapat mencetak pemuda-pemuda yang berkarakter, maju, dan berdaya saing.

*Penulis adalah Staf Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik di Badan Pusat Statistik Kabupaten Sekadau
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini