|

Jabat Kembali Direktur PDAM, Agus Darius Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Agis Darius.(Ist)
Melawi ( Suara Kalbar)- Agus Darius kembali dipercaya Bupati Melawi untuk menjabat sebagai Direktur PDAM Tirta Melawi periode 2019-2024.

Ia pun mengaku siap mengemban amanah tersebut dan berkomitmen kuat untuk terus meningkatkan pelayanan publik.

"Yang jelas, kita tetap komitmen untuk tingkatkan pelayanan kepada para pelanggan PDAM Tirta Melawi, yang saat ini sudah mencapai sekitar 8.200 pelanggan," ucap Agus Darius Kepada Suarakalbar.co.id, Rabu (6/11).

Sejumlah program perencanaan kedepannpun sudah disiapkan. Salah satunya adalah pengembangan bidang usaha pada PDAM Tirta Melawi

"Kita juga merencanakan usaha air minum dalam kemasan (AMDK). Tentu itu bisa terwujud, jika didukung oleh pemda dan DPRD. Karena nanti berkaitan tentang penyertaan modal untuk merealisasikannya,"  katanya.

Dengan adanya usaha AMDK pada PDAM Tirta Melawi, Agus yakin bidang usaha tersebut bisa menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Nantinya kita juga akan menggandeng Bumdes Bumdes ," ujarnya.

Pria ramah ini juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi PDAM saat ini. Seperti, Kapasitas produksi yang mulai menipis.

"Target kita pada tahun 2020 nanti,  akan meningkatkan kapasitas produksi. 100 liter perdetik melalui dana APBN," jelasnya.

Sampai saat ini , ungkapnya sudah ada 8200 pelanggan PDAM Tirta Melawi. Pihaknya akan terus berupaya,pengembangan kapasitas dan jaringan.

"Untuk pengembangan jaringan di kota Nanga Pinoh sudah 24 persen," bebernya.


Selain itu juga kendala lainnya yang dihadapi PDAM Tirta Melawi adalah sering terjadi pemadaman listrik yang tidak teratur. Sehingga membuat distribusi air kepada pelanggan menjadi tergangu.


"Untuk mengatasi persoalan itu kami akan melakukan pengadaan genset," katanya.


Ia juga tidak menampik, pihaknya masih merugi, karena harga pokok produksi hasil audit BPKP berkisar diangka 9 ribu perkubik.

Sementara harga jual PDAM kepada pelanggan dibawah HPP yakni 5000 perkubik.


"Sehingga kita mengalami kerugian sebesar 4000 perkubik. Dan itu telah disubsidi pemerintah atau PDAM," pungkasnya.



Penulis : Dea Kusumah Wardhana
Editor : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini