|

Gugatan Pilkades Berakhir Damai, Ini Pesan Kapolsek Sengah Temila

Rapat penyelesaian sengketa pilkades
Landak (Suara Kalbar) - Gugatan terhadap hasil pemilihan Kepala Desa, di Desa Keranji Paidang dan Desa Sidas, Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak, berakhir damai dan masing-masing bisa menerima hasil pemilihan, setelah terjadi pertemuan yang dihadiri Forkompincam Sengah Temila, Biro Hukum Pemkab Landak, Kasi PPKD Kabupaten Landak, Kasi Ops. Satpol PP Kabupaten Landak, Ketua Pengawas pemilihan Kepala Desa Kecamatan Sengah Temila sekaligus Ketua Tim Penyelesaian Sengketa pemilihan Kepala Desa Kecamatan Sengah Temila dan Tim Independen Kabupaten Landak, serta para Calon Kepala Desa.

"Sudah selesai dan semua sudah bisa menerima hasil (Pilkades) secara legawa, kita imbau tetap jaga keamanan dan kenyamanan di Kecamatan Sengah Temila, tidak ada lagi sekat-sekat karena Pilkades kemarin, semua sudah selesai, masyarakat berkegiatan seperti biasa." ujar Kapolsek Sengah Temila Ipda Hengki Gunawan, usai Pertemuan di Kantor Kecamatan Sengah Temila, Rabu (27/11/2019).

Ipda Hengki Gunawan mengucapkan terima kasih terhadap para Calon Kades yang mengajukan gugatan melalui mekanisme yang berlaku. menurutnya, tim telah melaksanakan pengkajian terhadap surat pengajuan sengketa dan sudah sesuai prosedur. Walaupun pemilihan secara langsung, namun ada perbedaan mekanisme pemilihan kepala desa dengan Pilpres, Pileg dan Pilkada. "Mari kita saling memahami perbedaan aturan tersebut." ungkap Hengki.

Seperti diketahui, para Calon Kades Sidas Yang Mengajukan Sengketa yaitu calon kades Nomor Urut 2, Erik Burarak, calon kades No Urut 3 Richard Ade Agustinus Topan, Calon kades No Urut 5 Hieronimus. Sedangkan para Calon Kades Keranji Paidang Yang Mengajukan Sengketa yaitu calon kades No Urut 2 Kornelius Yoni, calon kades No Urut 3 Hendrianus Petrus. calon kades No Urut 4 Hardianus Wilson.

Pertemuan tentang adanya Keberatan calon kades yang di sampaikan kepada tim di Kecamatan, Selasa, 19 November 2019 yaitu, Para calon kades Desa Sidas yang mengajukan sengketa yakni, dugaan panitia tidak melakukan tahapan DPS menjadi DPT, dugaan ketidak netralan aparatur Desa dalam tahapan kampanye, dugaan DPT tidak sesuai dengan alamat namanya yang tercantum di dalamnya, bantuan pemerintah di duga dipolitisir,  bagi yang menerima di arahkan memilih Calkades No Urut 1 Deny Apriadi.

Sedangkan Para Calon kades Desa Keranji Paidang yang mengajukan sengketa berisikan, dugaan Intimidasi terhadap masyarakat pada malam Pemilihan melalui barang pemerintah (Sertifikat Tanah), dugaan ketidak Netralan Anggota TPS dan anggota PPKD (Keikutsertaan pada saat kampanye). Dugaan tidak ada pemutakhiran Data Daftar Pemilih Tetap (DPT) seperti Tidak di berikan kesempatan Penggugatan DPT, dugaan adanya pemilih dobel, Orang yang tidak waras ikut mencoblos, Pemilih pindah masih memilih dan tidak di bagikan Undangannya kepada keluarga yang bersangkutan dan Pemilih di bawah umur.

Penyelesaian terhadap dugaan tersebut maka, Rabu 27 November 2019 pukul 14.30, di Aula Kantor Camat Sengah Temila, pertemuan Tim Pengawas pemilihan Kepala Desa Kecamatan Sengah Temila dan Tim Penyelesaian Sengketa pemilihan Kepala Desa Kecamatan Sengah Temila beserta Calon kades yang mengajukan Sengketa Pilkades, gugatan dinyatakan gugur seperti disampaikan dalam berita acara yang dibacakan Camat Sengah Temila Emilianus, yang juga Ketua Pengawas pemilihan Kepala Desa Kecamatan Sengah Temila sekaligus Ketua Tim penyelesaian sengketa pemilihan Kepala Desa Kecamatan Sengah Temila.

Salah satu Calon Kades, Erik Burarak meminta PPKD, pilkades berikutnya agar terbuka dan sesuai tahapan. Sementara Agus Topan menyampaikan agar Peraturan Bupati di Revisi apalagi mengenai Pasal yang menyebutkan Bahwa yang berhak mengajukan gugatan minimal selisih Suara sebanyak 10 Suara. Demikian halnya  Hieronimus, yang mengharapkan kedepan agar Staf Desa menjaga netralitas dalam proses Pilkades.

Penulis: Tim Liputan
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini