Forum Komunikasi Jurnalis Ikuti Diseminasi Pertumbuhan Ekonomi 2020
![]() |
| Kepala Fungsi Asesmen Ekonomi Surveilans BI Kalbar Miftahul Huda saat Membuka Forum Komunikasi Jurnalis |
Bengkayang (Suara Kalbar) – Puluhan jurnalis dalam Forum Komunikasi Jurnalis mengikuti Diseminasi pertumbuhan ekonomi di Kalbar Tahun 2020.
Sesuai data, resesi dunia ekonomi terbesar Amerika dan China sementara kondisi mereka saat ini sedang memburuk.
Sementara China menguasai seluruh barang di dunia dan jika perang dagang tidak ada solusi maka berdampak pada perdagangan dunia.
Kepala Fungsi Asesmen Ekonomi Surveilans BI Kalbar, Miftahul Huda saat membuka Forum Komunikasi Jurnalis Bank Indonesia mencoba memaparkan kondisi perekonomian saat ini.
Pertumbuhan ekonomi menurut data historis Kalimantan Barat pada 2013 mencapai 6,05 persen dimana meningkat dari target pertumbuhan nasional dengan capaian 5,01.
Pada saat itu bidang CPO, karet, bauksit merupakan bidang utama yang membuat peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Gonjang ganjing harga dengan capaian 4,95 dibawah pertumbuhan nasional di 2019.
Sementara pertumbuhan ekonomi Kalbar di triwulan III 2019 tumbuh melambat dibandingkan triwiulan sebelumnya dan dibawah pertumbuhan perekonomian tingkat nasional.
“Secara historis pertumbuhan Kalbar pada triwulan tersebut merupakan yang terendah sejak Triwulan I Tahun 2017,” ungkap Miftahul Huda, di Kahyangan Resort Bengkayang, Minggu (17/11/2019).
Meski demikian di triwulan ke-III, pertumbuhan ekonomi di Kalbar membaik di Tahun 2016 mencapai 6,23 persen. Dan untuk PDRB se-Kalimantan, Kalbar menduduki posisi kedua setelah Kaltim dengan capaian 14,95 persen meski jauh dari Kaltim dengan capaian 52,41 persen.
“Bahwa Karhutla menjadi resiko dan tantangan pertumbuhan ekonomi Kalbar meski cara perhitungan Karhutla tidak begitu andil dalam menurunnya pertumbuhan perekonomian,” paparnya.
Ia menjelaskan harga Karet di 2018 sangat menurun sehingga menimbulkan jatuhnya pertumbuhan ekonomi meski di beberapa bidang pada 2013 ekspor CPO dan lainnya sangat menentukan tingginya perekonomian Kalbar.
“Harga tiket pesawat di Tahun 2019 menjadi salah satu faktor menurunnya pertumbuhan yang melambat sehingga data konsumsi di Kalbar menurun,” tuturnya.
Meski demikian konsumsi rumah tangga menurun dipicu harga tiket meroket, tetapi komoditas seperti alumina naik dengan volume dikalikan harga sehingga harga membaik.
“Konsumsi rumah tangga merupakan penghitung pertumbuhan yang menentukan,” pungkasnya.
Penulis : Dina Wardoyo
Editor : Kundori






