Edi: Lembaga Keagamaan Minimalisir dampak Negatif
![]() |
| Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat Pembinaan Lembaga Keagamaan. |
Pontianak(Suara Kalbar)- Kota Pontianak sebagai sebuah kota yang heterogen dengan masyarakat multikultural, bermacam-macam budaya, suku, bahasa dan agama, menjadi sangat unik dengan keberagamannya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menilai dengan keunikan dan keberagaman itu bisa membawa dampak positif maupun negatif.
“Bidang keagamaan sangatlah sensitif. Oleh sebab itu, melalui lembaga-lembaga keagamaan yang ada di Kota Pontianak ini, saya berharap dapat meminimalisir dampak negatif yang sewaktu-waktu dapat timbul,” ujarnya usai membuka kegiatan Pembinaan Lembaga Keagamaan di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Senin (11/11).
Edi mengatakan, peran lembaga keagamaan diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Munculnya organisasi keagamaan, satu diantaranya dalam rangka mengakomodasi dan mewadahi berbagai keanekaragaman dalam lingkungan masyarakat.
“Keanekaragaman itu diantaranya corak berpikir, kepentingan, orientasi dan tujuan para penganut agama itu sendiri,” katanya.
Dia Mengungkapkan, apabila lembaga keagamaan difungsikan dengan baik maka akan melahirkan tipe umat beragama yang toleran serta menjunjung tinggi perbedaan. Menjadikan lembaga agama sebagai wadah kegiatan, pembinaan dan pengembangan para anggotanya.
“Peran lembaga keagamaan adalah meningkatkan pemahaman keagamaan sehingga mampu melahirkan perilaku umat beragama yang memandang positif perbedaan yang ada,” tutupnya.
Tim Liputan
Editor : Diko Eno






