SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News BPBD Singkawang Evaluasi Karhutla

BPBD Singkawang Evaluasi Karhutla

Rapat Koordinasi Evaluasi Penanggulangan Bencana Kabut Asap akibat
Karhutla di Bukit Batu

Singkawang (Suara Kalbar) – Pemerintah Kota Singkawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kota Singkawang melakukan Evaluasi Penanganan Karhutla bersama Satgas Karhutla di Kampung Batu, Kamis (21/11/2019).

“Sedikitnya 104 tempat kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan luas lahan terbakar hampir sekitar 500 hektare sepanjang tahun 2019,” ujar Kepala BPBD Kota Singkawang, Mohd Syafruddin, usai Rapat Koordinasi Evaluasi Penanggulangan Bencana Kabut Asap akibat Karhutla di Bukit Batu, Kamis (21/11/2019).

Menurutnya, dan ini yang bisa dipadamkan sekitar 400 sekian hektare dan itu karna terbantu masuknya musim hujan di bulan Oktober.

“Pemadaman titik api cukup sulit dilakukan di daerah Kecamatan Singkawang Utara dan sebagian Kecamatan Singkawang Selatan dengan jenis tanah gambut dibandingkan di Kecamatan Singkawang Timur dengan jenis tanah mineral,” katanya.

Dia mengatakan pemadaman api terkendala dengan luas titik api yang banyak, sementara hanya dua lokasi yang dibantu oleh tim Satgas saat memadamkan titik api di Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara dan Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan engan 10 anggota TNI,  dua Polri, tiga masyarakat dan dua petugas BPBD.

“Para petugas ini juga harus meng-cover Karhutla yang terjadi di wilayah Kecamatan Singkawang Timur sehingga membuat petugas keteteran dalam menjalankan tugasnya, titiknya jauh antara selatan dengan timur kan cukup jauh,” katanya.

Menurutnya, sumber air yang sulit dijangkau juga menjadi kendala petugas sehingga dibantu Satgas udara melalui water bombing.

“Kemudian akses jalan menuju lokasi titik api yang berupa jalan tikus menyulitkan petugas membawa sarana dan prasarana. Belum lagi personel yang kurang,”katanya.

Syafrudin menjelaskan Karhutla terjadi akibat musim panas yang ekstrim dan oknum yang tidak bertanggungjawab misalnya membuka lahan yang apinya tak dapat terkendali.

“Menurut ahli 99 persen penyebabnya manusia,” ujarnya.

Penulis  : Gusti

Editor    : Dina Wardoyo

Komentar
Bagikan:

Iklan