|

Rencana Pemekaran, Mendagri-Menko Polhukam Bahas Papua Selatan


Mantan ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud Md di kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu, 28 Agustus 2019. Foto :VIVA/Cahyo Edi
Jakarta (Suara Kalbar)- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, melakukan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa, 29 Oktober 2019.⁣

"Saya tadi ketemu Mendagri, Pak Tito Karnavian, ya untuk mencocokkan informasi tentang masalah politik dan keamanan utamanya menyangkut Papua," kata Mahfud MD.⁣

Dalam pertemuan kedua tokoh tadi disinggung soal Papua, termasuk soal menjaga dan membangun politik di daerah Papua.⁣

"Ada disinggung-singgung tadi tentang kemungkinan membentuk provinsi baru di Papua sehingga Papua itu nantinya tidak hanya seperti sekarang, Papua Barat tapi juga ada Papua Selatan dan mungkin lain-lain agar rentang kendalinya dan pengelolaan pembangunan di sana bisa secara efektif dilakukan," kata dia.⁣

Mahfud juga menyampaikan bahwa kondisi saat ini sudah relatif kondusif dan sudah bisa lebih diidentifikasi pelaku-pelaku gerakan kriminal bersenjata yang ada di sana.⁣

"Ya memang masih harus diwaspadai tapi relatif sudah  kondusif. Kemarin seperti saudara lihat, Presiden dan Ibu Iriana itu berkunjung ke sana dan sempat menyanyi dan menari-menari di pinggir pantai. Kalau Gus Dur dulu melihat matahari terbit, kemudian Pak Jokowi dan Bu Iriana kemarin melihat matahari terbenam di Kaimana. Senja di Kaimana. Seperti judul lagu lama tahun 60-an, bagus sekali," ujarnya.⁣

Kemudian, ia mengatakan bahwa dari aparat TNI dan Polri sudah melakukan pemetaan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di wilayah Papua.⁣

"Pendekatan yang dilakukan tentu saja tetap komprehensif ya. Ada pendekatan keamanan, gitu ya. Atau pendekatan penegakan hukum sehingga mereka itu bisa dilihat sebagai kelompok gerakan bersenjata," ujarnya.⁣

"Kelompok kriminil bersenjata itu bisa, tapi juga mungkin ada yang separatis. itu perlakuannya tentu berbeda-beda. Kemudian yang lebih banyak di sana rakyat biasa yang enggak tahu apa-apa," ujarnya.⁣


Editor : Diko Eno⁣

Lihat Artikel Asli >> VIVAnews.com [jaringan Suara Kalbar]
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini