SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Pers di Kalbar berusia 100 Tahun

Pers di Kalbar berusia 100 Tahun

Seminar Refleksi Seabad Pers di Kalbar

Pontianak (Suara Kalbar) – Guna memperingati  100 tahun pers di Kalimantan Barat 1919-2019 panitia seabad pers Kalbar menggelar seminar dengan mengusung tema “Memaknai Repleksi Seabad Pers Kalbar 1919-2019”.

Seminar tersebut diselenggarakan di gedung aula Magister Fisip Untan.

Dalam seminar memperingati 100 tahun pers di Kalbar 1919-2019 ketua PWI Kalbar, Gusti Yusri mengatakan dalam memperingati 100 tahun lahirnya pers di Kalbar yang ditandai dengan terbitnya surat kabar yang bernama borneo barat bergerak.

“PWI Kalbar dalam hal ini menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada bapak Syafarudin yang dengan tekun merawat dokumen bersejarah ini diperpustakaan beliau. Di hari ini koran seratus tahun lalu yang telah usang masih dapat disaksikan di perpustakaan beliau yang mana menggunakan bahasa melayu tua,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (1/10/2019).

Seminar tersebut diisi oleh berbagai macam materi seperti Industri pers Indonesia Antara Idealisme dan Daya hidup oleh wakil ketua dewan pers, Hendry Ch Bangun, pers di era digital oleh sekretaris PWI Kalbar, Salman Busrah serta materi terakhir tantangan era digital bagi jurnalis yang diisi oleh Kaprodi ilmu komunikasi Fisip Untan, Dewi Utami.

Wakil Ketua Dewan Pers juga turut hadir dalam seminar memperingati 100 tahun lahirnya pers di Kalbar.

Pers itu fungsinya menjadi sarana masyarakat untuk menyampaikan gagasan-gagasan sambil itu juga dia memberikan informasi edukasi kepada masyarakat.

“Jadi kalau kita kaitkan dengan terbitnya borneo barat bergerak 100 tahun lalu artinya pada saat itu Pontianak ini masyarakatnya sudah maju,” tuturnya.

Saat ini menurutnya Pontianak sudah memiliki tempat untuk mengadu,  menyalurkan aspirasi juga beradu gagasan.

 “Kalau kaitannya dengan sekarang tentu saja kita bertanya apakah pers sekarang masih seperti 100 tahun yang lalu fungsinya. Karena bagaimanapun tujuan utama hadirnya pers itu membuat masyarakat tahu dan memenuhi hak masyarakat untuk tahu. Dan kita harus berpegang tetap pada idealisme pers,” pungkasnya.

Penulis  : Sherina

Editor    : Dina Wardoyo

Komentar
Bagikan:

Iklan