|

Polres Sekadau Tetapkan Tersangka Pembunuhan Santi, Ini Kronologisnya

Jajaran Polres saat gelar Press Release
Sekadau (Suara Kalbar) -  Kepolisian Resor Sekadau resmi menetapkan Sr, kepala sekolah salah satu SD di Sekadau sebagai tersangka kasus pembunuhan dengan Wati alias Santi yang kerangka mayatnya ditemukan pada 28 September 2019 di belakang pasar baru Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi dalam press relieasenya, Rabu (9/10/2019) pagi memaparkan, perkara pembunuhan yang diduga 17 September 2019 dan ditemukan kerangka korban pada 28 September 2019.

"Pada ditemukan kerangka kita harus mengetahaui siapa identutas korban dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku,"terang Anggon.

Hasil penyelidikan dari keterangan saksi-saksi Sr ditetapkan tersangka tunggal. Korban dihabisi nyawanya dengan dilakukan tanpa menggunakan senjata tajam maupun tumpul.

"Di di TKP kita temukan barang bukti berupa baju korban, gigi korban.  Sementara barang bukti berupa alat komunikasi korban berupa HP masih belum ditemukan dan dihimbau kepada masyarakat jika menemukan agar menghubungi Polres,"jelas Anggon.

Kapolres menjelaskan kronologis pembunuhan, korban dipukul di bagian rahang, kemudian belakang kepala. Setelah jatuh ditendang berkali-kali, kemudian kepalanya dibenamkan ke tanah.

Korban sempat melakukan perlawanan. Karena kancing baju dinas pelaku bagian atas terlepas, serta terdapat sobekan pada bat baju dinas.Terdapat luka pada tangan pelaku diduga akibat perlawanan korban.

Pelaku menghabisi korban pada 17 September 2019 sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, pelaku dan korban sudah berjanji akan bertemu di TKP.

"Pelaku sempat pergi ke dinas pendidikan dulu sebelum bertemu korban," terang Anggon.

Sementara ditambahkan Kasat Reskrim Polres Sekadau Iptu M Ginting pelaku memiliki hubungan khusus dengan teman satu kost yang juga masih sepupu korban, yakni Susan. Hubungan tersebut sudah berjalan sekitar satu tahun setengah.

"Korban ini ada meminta barang-barang kepada pelaku. Karena pelaku ada membelikan sepeda motor untuk Susan. Namun pelaku tidak mampu memenuhi permintaan korban," jelas Ginting.

Untuk saat ini pelaku disangkakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Pihaknya, kata Ginting, belum menemukan indikasi perencanaan pembunuhan. Namun demikian, kemungkinan pembunuhan berencana masih terbuka masih dalam pengembangan.

Penulis: Kundori
Editor: Eko Susanto
Polisi saat evaluasi kerangka mayat di TKP

















Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini