|

Peran Madin Dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Sekadau

Kyai Agus Ary (kanan) saat menerima piala dari Kemenag Sekadau pada perlombaan Madin Se Kabupaten Sekadau.[suarakalbar/Tambong]
Sekadau (Suara Kalbar)- Madrasah Diniyah atau disingkat Madin merupakan kegiatan ekstrakurikuler diluar jam sekolah formal. Mengingat jam pelajaran pendidikan agama di sekolah formal dirasa masih kurang, maka Madrasah Diniyah dinilai dapat menjadi jalan untuk menambah kualitas dan kuantitas pelajaran agama.

Wajib belajar di Madrasah Diniyah sangat penting sebagai upaya pembenahan akhlak. Sejauh ini pemerintah melalui Kementerian Agama sangat mendukung program tersebut.

Ketua Forum Komunikasi Madrasah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sekadau, Kyai Agus Ary mengatakan peran pendidikan di Madin sangat penting untuk mendongkrak pengetahuan pendidikan agama Islam ditingkat pelajar.

"Pembelajaran yang sangat mendasar dari proses belajar mengajar di Madin adalah tentang akhlak peserta didik. Karena materi akidah akhlak merupakan bagian penting yang diajarkan di Madrasah Diniyah," Ucapnya kepada suarakalbar.co.id (12/10/2019).

Selain itu, Kyai Agus Ary mengungkapkan para siswa atau santri juga mendapatkan pengajaran membaca Al Qur'an, menulis Al Qur'an, pemahaman Al Qur'an, dan fikih.

Tingkatan Madrasah Diniyah diselenggarakan sejak siswa di Sekolah Dasar (SD) hingga tingkatan SMA. Dengan harapan ketika siswa lulus disekolah formal mereka juga bisa lulus di Madin sesuai tingkatan sekolahnya.

"Madrasah Diniyah Ula diperuntukkan bagi anak-anak SD dengan asumsi umur 9-12 tahun, Wustha untuk siswa SMP atau MTs dengan kisaran umur 12-15 tahun, dan Ulya bagi siswa yang duduk di tingkat SMA atau MA," Ujar Ketua FKDT Kyai Agus Ary.

Kyai Agus Ary menjelaskan kenapa pembagian seperti itu, karena secara prinsip program Madrasah Diniyah Takmiliyah di tujukan sebagai penyempurnaan pendidikan keagamaan Islam di kalangan anak-anak  yang didapatkan di lingkungan sekolah sehingga bisa meningkatkan prestasi akademis di bidang pendidikan agama.

Selain itu, ia menambahkan tentu pada dataran praktek dan perilaku menjadi sasarannya utama proses pendidikan di Madin.

"Secara khusus ada lima materi wajib dalam proses pembelajaran di Madin yaitu Fiqih, Al Qur'an hadist, Sejarah Kebudayaan Islam, akhlaq dan Bahasa Arab," pungkasnya.

Di Sekadau sendiri sudah ada 7 lembaga yang terdaftar dibawah naungan FKDT yang tersebar di beberapa Kecamatan, salah satunya Madin Al Mursyid di Desa Engkersik Kecamatan Sekadau Hilir dengan pengasuh Madin adalah Kyai Agus Ary.

Penulis : Tambong Sudiyono
Editor : Diko Eno
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini