Kapolda : Rasa Aman adalah Kebutuhan Hakiki Manusia
![]() |
| Focus Group Discussion yang diadakan di Universitas Tanjungpura |
Pontianak (Suara Kalbar) – Memiliki rasa aman merupakan kebutuhan yang hakiki bagi setiap manusia.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalbar, Didi Haryono saat Kegiatan Focus Group Discussion yang diadakan di Universitas Tanjungpura Pontianak bertemakan “Merajut Harmonisasi Keberagaman di Bumi Khatulistiwa Dalam Bingkai Negera Kesatuan Republik Indonesia”.
“Bahwa disadari atau tidak disadari kita tidak bisa melakukan aktifitas kita jika ada rasa khawatir, ketakutan atau was-was. Inilah bingkai rasa aman, oleh karenanya seorang mahasiswa memiliki peran penting dalam hal mengawasi terwujudnya harmonisasi masyarakat Kalbar,” ungkapnya.
Dijelaskannya perbedaan akan ada dengan sendirinya sehingga dengan keberagaman bisa lebih hebat bisa lebih maju bisa lebih positif namun secara teori keberagaman ini menimbulkan rasa kekhawatiran, ketakutan dalam tanda kutip kecemasan. “Kekhawatiran itu sebenarnya mengacu kepada sebuah pemahaman yang sifatnya ideologis yang mana adanya pemikiran-pemikiran subjektif dari keberagaman tadi. keberagaman agaman, budaya dan lainnya saya rasa sudah ada dalam konteks pancasila,” paparnya.
Wakil Rektor Bagian Akademik Untan Pontianak, Aswandi mengatakan membangun harmoniasi ada yang mengistilahkan dengan suatu etnis, agama dan suku. Tentunya hal ini bukan suatu yangg mudah di negeri ini.
“Kenyamanan dalam keberagamanan.
Begitu kita nyaman hidup dengan penuh keberagamana ini itu merupakan tanda-tanda kemajuan. Oleh karena itu berharap menghasilkan suatu pemikiran dan sikap yang sama. Selanjutnya bagaimana merasa nyaman kedalam keberagaman itu,” ujarnya.
Dosen Fakultas Hukum, Hermansyah mengatakan perbedaan-perbedaan dalam ilmu pengetahuan itu disebut aksiomatik artinya apa perbedaan-perbedaan itu pasti ada.
Penulis : Sherina
Editor : Dina Wardoyo






