SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Angka Kemiskinan di Sekadau Menurun

Angka Kemiskinan di Sekadau Menurun

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sekadau, Agus Hartanto.(Suarakalbar/Ist)

Sekadau (Suara Kalbar) –  Badan Pusat Statistik Provinsi (BPS) Kabupaten Sekadau menunjukan angka kemiskinan di Kabupaten Sekadau mengalami penurunan. ⁣

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya angka kemiskinan di Kabupaten Sekadau mengalami penurunan yang cukup signifikan.⁣

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sekadau, Agus Hartanto mengatakan data tersebut berdasarkan hasil survey sosial ekonomi nasional yang dilakukan setiap tahunnya di Sekadau.⁣

“Angka kemiskinan pada tahun 2018 sebesar 6,17 % sedangkan pada tahun 2017 sebesar 6,46% artinya ada penurunan cukup siginifikan” ucap Kepala BPS kepada suarakalbar.co.id, senin (14/10).⁣

Adapun hasil survey mengenai angka kemiskinan untuk tahun 2019 akan dirilis pada bulan desember ini.⁣

Agus menjelaskan salah satu indikatornya adalah angka ketimpangan penduduk miskin dan angka penyebaran penduduk miskin di Kabupaten Sekadau dan ada juga indikator lain yaitu Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). ⁣

Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perhari yang berupa komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll)⁣

Adapun Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan.⁣

Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.⁣

“Adapun kategori penduduk miskin berdasarkan jumlah pendapatan perbulan yaitu masyarakat dengan pendapatan rata-rata 313.000 per bulan,” ujar Agus.⁣

Agus kembali menjelaskan adapun salah satu indikator turunannya angka kemiskinan terutama di Sekadau adalah indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan. ⁣

Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P1), merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran pesuduk dari garis kemiskinan.⁣

Sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (Proverty Severity Index-P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. ⁣

“Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin,” bebernya.⁣

Penulis : Tambong Sudiyono⁣

Editor : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan