Pemkab Melawi Diminta Pasang Alat Pengukur Kualitas Udara
![]() |
| Kondisi udara di Kota Nanga Pinoh Kab Melawi, Jumat (6/9) – [Dea KW]. |
Melawi (Suara Kalbar)-Memasuki musim kemarau panjang, wilayah Kabupaten Melawi, Provinsi Kalbar kerap terpapar kabut asap. Seperti yang dirasakan pada tahun ini.
Sayangnya, pemerintah Kabupaten Melawi sendiri belum memiliki alat pengukur kualitas udara. Untuk mengetahui sejauh mana kualitas udara setiap harinya.
“Hari ini , kabut asap terlihat cukup tebal menyelimuti Kota Nanga Pinoh,” tutur, Rifky warga Nanga Pinoh kepada Suarakalbar.co.id, Jumat (6/9).
Jika dilihat dengan Kasat mata, menurutnya kualitas udara di Kota Nanga Pinoh pada hari sudah tidak baik bagi kesehatan.
Apalagi bagi anak anak pelajar di sekolah.”Sebagai masyarakat Melawi kita minta , kepada Pemkab Melawi, untuk pasang alat pengukur kualitas udara di Kota Nanga Pinoh,” harapnya.
Dengan adanya alat pengukur kualitas udara tersebut, tambahnya masyarakat akan mengetahuii secara tepat dan pasti kualitas udara di Melawi, khususnya di Kota Nanga Pinoh setiap harinya.
“Karena tak ada alat ukurnya, ya kita lihat kasat mata sajalah. Jika terjadi kabut asap, jangan lupa pakai masker saja, saat beraktivitas diluar,” ujarnya.
Kepala Bidang Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan , Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Melawi, Laila Fitri Handayani membenarkan bahwa hingga saat ini Kabupaten Melawi belum memiliki alat pengukur kualitas udara.
“Di Kalbar, alat pengukur kualitas udara baru Pontianak Saja yang ada,”beber Leila dihubungi melalui sambungan Telepon, Jumat (6/9/2019).
Alat pengukur kualitas udara merupakan bantuan dari Kementrian Lingkungan Hidup, yang diberikan bagi daerah daerah yang dianggap prioritas saja di tiap provinsi.
“Harganyapun mahal serta perlu perlakuan khusus dalam perawatannya,” ujarnya.
Jika ada anggaran yang cukup, lanjut wanita berjilbab ini Pemerintah Kabupaten Melawi bisa saja untuk mengangarkannya ke dalam di APBD Melawi. Karena alat ukur kualitas udara, memang sangat dibutuhkan.
” Sekitar dua tahun yang lalu, kita juga sudah pernah mencoba mengusulkan kepada pihak Kementrian Lingkungan, tapi sayangnya tidak dapat,” bebernya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, dr Ahmad Jawahir membenarkan bahwa kondisi kualitas udara di Kabupaten Melawi sudah mulai memprihatinkan dan dalam dunia kesehatan sudah kategori tidak sehat.
Seperti yang terjadi pada kondisi udara pada hari ini di Kota Nanga Pinoh.
“Kita mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah,” himbaunya, ditemuiSuaraKalbar.co.id
Berdasarkan data BMKG pada hari Kamis 5 Sepetember pukul 17. 00 wib, terdeteksi sebanyak 127 titik api di Wilayah Kabupaten Melawi.
Penulis: Dea Kusumah W
Editor: Diko Eno






