|

Pasca OTT, Tim Penyidik KPK Geledah Tiga Titik Kantor di Bengkayang

Tim Penyidik KPK saat melakukan penggeledahan tiga kantor di Bengkayang, Jumat (6/9/2019).
Bengkayang (Suara Kalbar) - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (6/9/2019) pagi melakukan penggeledahan terhadap sejumlah ruang kerja pejabat daerah di Kabupaten Bengkayang pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu.

Pantauan Suarakalbar.co.id, proses penggeledahan dikawal ketat oleh jajaran kepolisian dengan bersenjata lengkap. Awak media hanya bisa memantau dari luar.

Penggeledahan dilakukan secara mempecar tiga titik dimulai pukul 08.30 Wib dengan sasaran ruang bupati Bengkayang, Kantor Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot bersama enam orang lainnya sebagai tersangka kasus suap terkait proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Tahun 2019.

KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, yaitu sebagai pemberi sebanyak lima orang dari unsur swasta masing-masing Rodi (RD), Yosef (YF), Nelly Margaretha (NM), Bun Si Fat (BF), dan Pandus (PS).

Sedangkan sebagai penerima, yaitu Bupati Kabupaten Bengkayang Suryadman Gidot (SG) dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang Aleksius (AKS).

Sebagai pihak pemberi Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Fat, dan Pandus disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Suryadman dan Aleksius disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam kegiatan tangkap tangan kasus tersebut, KPK turut mengamankan barang bukti berupa handphone, buku tabungan, dan uang sebesar Rp336 juta dalam bentuk pecahan Rp100.000

Penulis: Tim Liputan
Editor: Kundori






Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini