Livienne, Inspirasi pengusaha asal Pontianak yang merambah hingga Internasional

Pontianak (Suara Kalbar) – Bermula dari
Pontianak, Kalimantan Barat, wanita kelahiran 4 Maret 1976, Livienne Russellia yang terlahir dari keluarga sederhana, tumbuh dengan sifat ingin tahu yang besar serta berani mencoba hal-hal baru yang positif.
Ketekunannya untuk
terus melangkah dan melangkah mengembangkan kapasitas serta
kapabilitasnya membawanya menuju kesuksesan.
Betapa tidak, di bawah kepemimpinannya, PT Cakra Daya Makmur semakin tumbuh. Perusahaan manufaktur di bidang kosmetik dan perawatan tubuh ini mampu bersaing di kancah nasional dan mulai merambah pasar internasional dengan merek andalannya, Vienna.
Seperti burung yang terbang tinggi, Livi, panggilan akrabnya, tak henti mengepakkan sayapnya dengan indah.
Motivasi yang dilontarkan oleh mendiang
Bob Sadino, seorang pengusaha agrobisnis Indonesia yang terkenal. Berhenti membuat rencana, melangkahlah!” Kalimat
sakti ini pula yang diamini Livi hingga saat ini.
Livi adalah anak pertama dari empat bersaudara. Sang ayah adalah pedagang sayur, sedangkan ibunya fokus mengurus rumah tangga. Sebagai anak sulung, dia orang yang cukup ambisius.
“Kehidupan keluarga yang sederhana memacu saya tidak hanya
diam. Saya juga banyak menganjurkan kepada ketiga adik saya agar
menjadi orang yang penuh inisiatif, berpikiran maju, dan terpenting:
aktif bergerak, melangkah maju!” katanya antusias.
Itulah sebabnya, perempuan yang menghabiskan masa kecil
hingga remajanya di Pontianak ini selalu tak mau berpangku tangan.
Saat sedang menjalani studi D-3 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Dharma, Pontianak, Livi bekerja di perusahaan otomotif
sebagai staf administrasi kredit dan tenaga penjualan di konter.
“Itu hal yang tak mudah dijalani. Menjelang pukul 6 pagi, saya telah sampai di tempat les, kemudian dilanjutkan berangkat kerja.
Baru pada sore hari, saya menuju kampus,” dia bercerita.
Tak kurang
selama dua tahun, dia harus pintar membagi waktu antara bekerja
dan kuliah. Dia juga pernah melakoni pekerjaan di perusahaan kopi sebagai tenaga administrasi. Selain mencari pengalaman, uang yang diperolehnya dia gunakan untuk membiayai kuliahnya.
Setelah lulus sebagai seorang diploma, Livi memutuskan meninggalkan Pontianak. Jakarta menjadi tujuan.
Menurutnya, Ibu Kota adalah tempat yang tepat untuk berkembang dan menjadi
lingkungan yang positif untuk dirinya. Dan ternyata, dia benar.
Di Jakarta banyak peluang didapatnya. Bahkan akhirnya, dari seorang
kutu loncat di beragam bisnis, Livi mekar menjadi pengusaha
kosmetik yang sukses.
Namun, bagi Livi, kehidupan tidak melulu bisnis dan keluarga.
Dulu Livi memang tidak banyak bergaul, tetapi kini dia aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial. Baginya, seseorang harus
memperhatikan lingkungan sosial di sekitarnya dan berbagi. Sejak
2016, dia merupakan salah satu anggota aktif Lions Club, sebuah organisasi internasional yang aktif melakukan kegiatan sosial.
Dia juga menyempatkan diri untuk hang out bersama ibu-ibu sesama wanita karier. Dengan pribadinya yang terbuka dan mudah
bergaul, kini dia semakin memiliki banyak jaringan pertemanan. Dia
pun termasuk orang yang selektif dalam memilih teman.
“Saya lebih memilih teman yang dapat membawanya ke hal-hal positif,” tuturnya.
Menurutnya, manusia adalah produk dari lingkungannya.
Menengok apa yang kini diraihnya.
Livi mengaku sangat bersyukur. Tidak pernah tebersit di benaknya ingin menjadi seorangpengusaha, apalagi meraih kesuksesan seperti sekarang.
Juga, tak terbayang akan mendapat sejumlah penghargaan seperti Inspiring
Women dari MNC Lifestyle, Kartini Masa Kini dari MNC Lifestyle (2016), dan Wanita Panutan dari Asosiasi Duta Indonesia pada acara memperingati Hari Kartini, April 2017. Namun, dia belum merasa
puas.
Melalui profesinya saat ini, dia ingin terus memberikan karya yang positif untuk orang-orang di sekitarnya.
Dia sangat ingin perusahaannya menjadi pemimpin industri kecantikan di Indonesia.
Dia ingin dapat membuka kesempatan kerja untuk orang banyak.
“Kita butuh pekerjaan yang disukai dan dicintai, sehingga menjalani
hidup sehari-hari dengan energi yang penuh. Saya merasa bangga
menjadi wanita Indonesia. Dan saya berharap walaupun banyak
wanita yang berkarya bahkan berprestasi di suatu bidang, mereka
tetap menyadari kondratnya serta memberikan perhatian pada nilainilai dan ajaran dalam keluarga,” katanya.
Livi perlu menekankan itu karena merasa keberhasilannya tidaklah berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh keluarga.
Penulis : Dina Wardoyo
Editor : Kundori





