SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Kualitas Guru Inklusif Wajib Update

Kualitas Guru Inklusif Wajib Update

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar ketika membuka acara di Gedung PGRI Sintang, Selasa (24/92019). Foto: Humas Pemkab Sintang

Sintang
(Suara Kalbar) – Sebanyak 152 peserta yang merupakan guru tingkat sekolah dasar
dan sekolah menengah pertama mengikuti pendampingan peningkatan mutu guru
inklusif. Sedangkan 43 peserta lainnya yakni pengawas dan guru ambil bagian
pada kegiatan pendampingan guru pembimbing khusus yang digelar Selasa
(24/9/2019).

Ketua
panitia, Rusniah mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan pada 24–26 September
2019 dipusatkan di Gedung PGRI Sintang. Hadir mewakili Pemerintah Daerah
Kabupaten Sintang, Lindra Azmar yang juga selaku Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Sintang.

“Kegiatan
ini bertujuan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan inklusif di
sekolah. Kemudian, meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru sekolah
penyelenggara pendidikan inklusif dalam bidang indentifikasi dan asesmen
berkebutuhan khusus. Tidak kalah penting adalah meningkatkan pemahaman dan
keterampilan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran inklusif di sekolah
reguler,” jelasnya.

Terkait
kegiatan tersebut Lindra Azmar menyampaikan pemerintah selalu mendukung
terselenggaranya kegiatan-kegiatan dalam rangka peningkatan kualitas dan sumber
daya manusia, mengingat pendidikan khusus merupakan pendidikan untuk peserta
didik yang memiliki kecerdasan luar biasa secara inklusif.

“Undang-undang
Dasar 1945 pada Pasal 31 Tentang Pendidikan dan Kebudayaan dan UU Nomor Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan
bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan termasuk anak-anak
berkebutuhan khusus dan negara menjamin sepenuhnya bahwa mereka juga
mendapatkan layanan pendidikan. Berdasarkan itu, Pemkab Sintang menunjuk
sekolah untuk memberikan layanan pendidikan inklusif untuk anak-anak
berkebutuhan khusus,” terang dia.

Menurutnya,
kegiatan ini sangat penting guna meningkatkan kapasitas guru-guru bagi anak
berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah inklusif. Hal ini dimaksudkan agar
para guru di sekolah inklusif nantinya lebih memahami program pengembangan
kurikulum dan bahan model pembelajaran pendidikan inklusif, pola asuh yang baik
dengan mempertimbangkan aspek psikologis dan lainnya.

Penulis:
Tim Redaksi

Editor: Hadi Lelono

Komentar
Bagikan:

Iklan