|

Karolin: Bentuk Kader Konselor Remaja Melalui PKPR

Pelatihan Kader Kesegatan dan PKPR
Landak (Suara Kalbar) - Pemerintah Kabupaten Landak melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Karangan Kecamatan Manpawah Hulu mengadakan Pelatihan Kader Kesehatan Bagi Remaja di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Mempawah Hulu, Senin (09/09/2019).

Kegiatan pelatihan kader kesehatan bagi remaja merupakan pelatihan yang diadakan oleh tim kesehatan Puskesmas karangan untuk menyiapkan 10 orang pelajar menjadi Penyuluh Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).

Peserta kegiatan pelatihan kader kesehatan bagi remaja ini merupakan siswa-siswi SMA Negeri 1 Mempawah Hulu kelas 10 dan Kelas 11, pemilihan siswa-siswa kelas 10 dan kelas 11 untuk menjadi peserta karena mereka masih bisa melatih dan mengajar teman-teman seangkatan dan yang dibawahnya.

dr. Felly Novelia menyampaikan kepada Media Center Pemkab Landak bahwa Puskesmas Karangan membentuk kader penyuluhan kesehatan peduli remaja (PKPR) bertujuan menyiapkan kader sekolahan supaya bisa menjadi teman konselor bagi teman sebaya dan diharapkan para kader bisa membantu teman-temanya yang membutuhkan bantuan dalam berkaitan masalah remaja atau menjadi teman curhat bagi teman sebaya.

"Kenapa kami peduli dan membentuk PKPR, karena kami mau menurunkan kasus yang berkaitan dgn reproduksi remaja, seperti menikah diusia muda atau menurunkan angka kejadian penyakit menular  seperti IMS (Infeksi Menular Seksual) dikalangan remaja, meskipun di Kecamatan Mempawah Hulu data remaja yang terkena IMS sedikit, tapi tidak menutupi kemungkinan ada remaja yang terkena IMS, dan malu utk berobat,” Ujar Felly.

Dokter puskesmas karangan itu juga menyampaikan bahwa SMA N 1 dipilih sebagai sekolah percontohan sekecamatan Mempawah hulu untuk yang pertama kalinya melaksanakan pemilihan kader penyuluhan kesehatan peduli remaja (PKPR).

"Dengan terbentuknya sekolah percontohan dan kader penyuluhan kesehatan peduli remaja (PKPR) diharapkan sekolah lain bisa belajar dari sini nantinya. Selain itu, dengan  terbentuknya kader PKPR mereka bisa mengajari keluarga dan masyarakat tentang bahayanya penyakit HIV Aids dan penyakit menular lainnya akibat seks bebas,” jelas Felly.

Felly juga mengatakan bahwa Dalam materi Pelatihan Kader Kesehatan Bagi Remaja Tim kesehatan Puskesmas Karangan juga menyampaikan bahwa bagaimana prosedur Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang sebenarnya.

"Hal ini juga kami sampaikan kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Mempawah Hulu, bahwa tidak semua orang yang kecelakaan bisa diangkat begitu saja, karena hal ini bisa saja memperburuk kondisi seorang yang mengalami kecelakaan, untuk itu kita berikan juga materi P3K ini,” tambah Felly.

Ditempat terpisah Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa Mengapresiasi dan Mendukung penuh kegiatan Puskesmas Karangan yang telah mengadakan Pelatihan Kader Kesehatan Bagi Remaja dan pemilihan Kader penyuluhan kesehatan peduli remaja (PKPR).

"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh tindakan atau langkah yang puskesmas karangan untuk melatih kader kesehatan bagi remaja dan
membentuk kader penyuluhan kesehatan peduli remaja (PKPR) sebagai langkah positif untuk kalangan milenial terkait permasalahan kesehatan,” ucap Karolin.

Karolin menyampaikan dengan adanya dan terpilihnya kader penyuluhan kesehatan peduli remaja (PKPR) yang merupakan teman sebaya diharapkan permasalahan yang ada  di kalangan remaja dapat dipecahkan dikalangan mereka sendiri.

"Terutama disaat ada remaja yang membutuhkan pertolongan pertama dan pelayanan kesehatan, maka PKPR harus selalu siap dan segera membantu atau  menolongnya melalui pendekatan sesama remaja atau teman sebaya, sehingga kedepannya kita berharap dapat menurunkan angka kenakalan remaja di Kecamatan Mempawah Hulu dan Kabupaten Landak, ” tutup Karolin.

Penulis: Tim Liputan
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini