SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News JaDI Dorong Bawaslu Perjelas Kisruh Caleg di Dapil Enam Kalbar

JaDI Dorong Bawaslu Perjelas Kisruh Caleg di Dapil Enam Kalbar

 Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Provinsi Kalbar Umi Rifdiawati.(Ist)





Pontianak (Suara Kalbar) – Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Provinsi Kalbar Umi Rifdiawati meminta Bawaslu bersikap atas polemik penetapan dan pembatalan caleg Gerindra di Dapil enam Kalbar. Pasalnya, ada ruang yang bisa dimanfaatkan Bawaslu untuk memperjelas persoalan ini.

“Terkait kondisi ini Bawaslu juga harus bersikap, apakah dengan diterbitkannya Keputusan KPU Provinsi Kalbar Nomor 52 tahun 2019 terkait penetapan calon terpilih anggota DPRD Provinsi Kalbar hasil pemilu 2019, dapat dimaknai sebagai tindakan tidak menindaklanjuti putusan Bawaslu oleh KPU Provinsi Kalbar,  karena ada ruang bagi Bawaslu sebagaimana diatur dalam pasal 464 Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu,” ujarnya, Minggu (15/9/2019).

Menurut Umi, sejak masalah ini mengemuka, JaDI mendorong agar KPU Provnsi Kalbar memberikan penjelasan mendetail. Sehingga tidak menimbulkan banyak tafsir di masyarakat.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa KPU Provinsi harus memberikan penjelasan yang detil dan utuh terkait calon terpilih Anggota DPRD Provinsi di Dapil 6 Kalbar dari Partai Gerindra. Karena kondisi ini semakin menimbulkan kesan terhadap sikap KPU Provinsi yang seolah mengalami kebingungan dalam membuat keputusan terkait calon terpilih DPRD Provinsi Kalbar dari Partai Gerindra Dapil enam,” ungkapnya.

“Karena dalam tahapan calon terpilih untuk partai Gerindra di Dapil enam Kalbar ini, sudah melalui proses yang panjang mulai dari sengketa di MK dan Bawaslu RI yang tentu semua proses panjang itu memerlukan tenaga, konsentrasi dan tentu biaya yang besar baik bagi penyelenggara maupun peserta pemilu termasuk calon,” jelas Umi.

Umi menekankan jika putusan menetapkan dan membatalkan seorang caleg bukan perkara kecil. Karena, sebagai peserta pemilu tentu saja para caleg memiliki keinginan besar untuk kemudian duudk di kursi parlemen mewakili masyarakat di Dapilnya.

“Tentu ini bukan hal sepele apalagi terkait keterpilihan caleg, yang tentunya juga sudah melalui proses panjang dalam merebut simpati untuk memenangkan suara rakyat,” tutupnya.

Penulis : Santo

Editor : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan