SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Bawaslu Singkawang Gelar Pengawasan Partisipatif Melalui Kearifan Lokal

Bawaslu Singkawang Gelar Pengawasan Partisipatif Melalui Kearifan Lokal

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Singkawang menyelenggarakan kegiatan  Pengawasan Partisipatif Melalui Sarana Kebudayaan
(Suarakalbar/Gusti)

Singkawang(Suara Kalbar) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Singkawang menyelenggarakan kegiatan  Pengawasan Partisipatif Melalui Sarana Kebudayaan yang mengedepankan Kearifan Lokal di Hotel Dangau Singkawang, Rabu (26/9).

Kegiatan tersebut dihadiri Komisioner Bawaslu Propinsi Kalbar, Faisal Riza, Ketua Bawaslu Kota Singkawang, Zulita, Anggota Bawaslu Kota Singkawang, Rubi Ismayanto dan Hendra Kurniawan serta perwakilan organisasi kemasyarakatan, pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat.

“Salah satu tugas masyarakat dimandatkan Undang-Undang membangun dan mengajak masyarakat dalam pengawasan Pemilu dan kita ingin memastikan bahwa praktek-praktek demokrasi yang erat kaitannya dengan kebudayaan kita,” ujar Komisioner Bawaslu Propinsi Kalbar, Faizal Riza.

Menurutnya, praktek demokrasi ada dalam keseharian kita.

“Solidaritas sosial dan kebersamaan dalam konsep dengan merajut kembali, menjadi lebih menyatu.

“Karena pengawasan merupakan kerja yang rutinitas salah satu tugas membangun partisipasi masyarakat,  ada Pilkada atau tidak ada Pilkada tetap kita lakukan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan membentuk sekolah kader pengawasan melalui praktek-praktek seperti ini dengan menggali praktek-praktek demokrasi yang ada di masyarakat.

 “Adanya sekolah dan pelatihan bahkan kita ingin mendorong pendidikan di tingkat desa, apalagi yang ada Pilkada indek kerawanan itu di Pilkada,” katanya.

 Ditempat yang sama, Zulita mengatakan dengan tetap menggandengkan masyarakat bahwa dalam kearifan lokal dan masing-masing membangun budaya masing-masing agar tetap bersama.

“Mengandeng masyarakat dengan  prinsip demokrasi toleransi umat beragama, menggandeng masyarakt luas, dan tentu dengan peran serta masyarakat,” katanya.

Menurutnya, bahwa partisipasi ini tidak bisa secara instan terus menerus dan kegiatan pengawasan di tengah masyarakat baik kaum pemuda, tokoh agama dan masyarakat tetap akan dilakukan.

“Setiap masyarakat mempunyai hak pilih  dan bagaimana masyarakat menjadi masyarakat yang cerdas,” tukasnya.

Penulis : Gusti

Editor : Diko Eno

Komentar
Bagikan:

Iklan