|

Air Upas Berdebu, Warga Tutup Jalan Angkutan CPO PT Poliplant Sejahtera

Warga tutup  jalan angkutan CPO
Ketapang (Suara Kalbar)- Dinilai lamban melakukan penyiraman ruas jalan di area pemukiman warga Air Upas oleh PT Poliplant Sejahtera (PSA), puluhan warga sekitar beserta pemuda Air Upas dan ibul kesal dan menutup akses angkutan Crude Palm Oil (CPO) atau Minyak sawit mentah dan angkutan Tandan Buah Segar (TBS) milik PT PSA Senin (9/9) di simpang empat Jalan Hauling Ibul.

Ketua Karang Taruna Ketabung Bepangkau sekaligus ketua komite SMPN 01 Air Upas,  Adrianus Adus mengatakan bahwa permohonan bantuan unit penyiraman sudah satu bulan lebih disampaikan ke pihak perusahaan PT PSA namun tidak dilakukan penyiraman di jalan sekitar pemukiman dan lokasi sekolah yang setiap hari diterpa debu bila ada angin dan kendaraan melintas.

Dijelaskannya pula pengajuan surat permohonan bantuan penyiraman jalan area pemukiman dan sekolah dari kepala desa nomor 140/CSR/006/2019 tertanggal 18 juli 2019 adalah upaya mengurangi debu akibat kemarau kurang lebih 4 bulan ini.

"Debu kian hari semakin menghawatirkan warga khususnya anak-anak sekolah, hendaknya perusahaan cepat tanggap atas permasalahan sosial ini," keluhnya.

Kurang lebih 2 jam angkutan CPO PT PSA harus terhenti. Mewakili pihak perusahaan asissten logistik, Lindi mendatangi lokasi penutupan dan melakukan dialog dengan beberapa warga yang melakukan penutupan jalan.

Menyikapi hal ini, Lindi menjelaskan bahwa terkait permohonan bantuan penyiraman jalan disekitar pemukiman warga sudah direalisasikan selama 3 hari yakni pada tanggal 13, 14 dan 16 Agustus yang lalu namun kurang lebih 5 hari setelah penyiraman turun hujan sehingga penyiraman dihentikan.

Dijelaskannya pula bahwa mmg ada permintaan secara lisan beberapa hari yang lalu namun PT PSA belum bisa melakukan penyiraman disebabkan ketersediaan air sangat minim hampir semua anak sungai kering.

Lindi berharap jika ada permasalahan hendaknya menempuh mediasi dan tidak melakukan penutupan jalan karena akan merugikan banyak pihak. Dikatakannya pula bahwa dalam hal ini telah terjadi miskomunikasi.

Setelah melakukan dialog di lokasi penutupan jalan dan saling memahami apa yang menjadi kendala terkesan lambannya action dari PT PSA, ditemui kesepakatan PT PSA akan mengalokasikan 1 unit kendaraan untuk  melakukan penyiraman 2 hari sekali selama belum turun hujan dengan catatan sumber air memadai untuk melakukan penyiraman serta lokasi sumber airnya diarahkan oleh pihak desa.

"Kami selalu siap membantu permasalahan ini, kami berharap semua pihak juga memahami apa yg menjadi kendala dan yang terpenting tidak terjadi salah paham antara masyarakat dan perusahaan. Bersama kita berdoa agar lekas turun hujan," pungkasnya.

Penulis: Jansen
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini