|

Tari Lesung Mualang Sekadau Sidang Warisan Budaya Tak Benda di Jakarta

Foto Bersama Tim Tari Lesung 
Sekadau (Suara Kalbar) - Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sekadau bersama Sanggar Lesung menuah dari Sp II, Desa Maboh Permai, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau menghadiri sidang penetapan Warisan budaya tak benda Indonesia, yang dilaksanakan di Hotel Millennium Sirih Jakarta pusat. Tari Lesung Mualang diminta tampil pada Pekan Kebudayaan Nasional November mendatang.

Tim ini merupakan gabungan dri Disporapar Sekadau dan sanggar Lesung Menuah, Isbianto,SE selaku sekretaris disporapar, juga ada  Abang Usman Kasi Sejarah dan cagar budaya, dan  Nourma Yuanita,SH kasubbag aparatur dan umum, serta ibu beatha,A.Md staf bidang kebudayaan, dan Ign.Chris Taena,S.sos staf bidang kebudayaan.

"Kalau dari Sanggar Lesung Menuah, ada pak Robby sugara romanus, ketua sanggar, serta Sinja Krisentianan, bendahara sanggar dan juga bergerak sebagai penari wanita, dan pak Lasarus, pelaku tari lesong mualang,” ungkap Sekertaris Disporapar Sekadau, Isbianto.

Dia menjelaskan jika warisan budaya tak benda kabupaten sekadau tahun ini 2019 mengangkat tari lesong mualang sebgai aset budaya, karena tarian ini yang hampir punah dan langka sekali. Dalam upaya menjaga aset budaya yang ada kita harus saling bekerjasma, supaya dapat terjaga dgn baik. Kedepan, tidak menutup kemungkinan aset-aset budaya lain akan kita ajukan kembali menjadi WBTB Indonesia d tahun-tahun berikutnya, dan kita perlu mendata dan menata secara rapi aset-aset tersebut.

“Selain itu tentunya juga perlu suport dari pihak-pihak terkait seperti pemda setempat dan provinsi. Karena dalam UU No. 5 tahun2017 kewajiban untuk menjga dan memajukan budaya itu sendri, juga pengembangan tugas dari para seniman daerah yang ada ini harus terus didukung. Itu semua kiranya agar tarian ini tidak hilang begitu saja, dan setiap generasi harus tahu, dan kedepan bisa saja ditampilkan dengan dikreasikan. Warisan Budaya Tak Benda itu sendiri bukan hanya tarian saja tapi bisa berupa makanan tradisional, musik tradisional, kebiasaan-kebiasan yag merupakan tradisi,” tutupnya.

Ketua Sanggar Lesung Menuah, Robie Sugara Romanus, mengatakan  sidang nya berjalan dengan lancar dan bisa menjelasakannya dan dapat juga memaparkan secara detail dengan baik.

“Apa saja yang menjadi ciri khas dari tarian ini, dan yang membedakannya tarian ini dengan tarian lesung yang lain, semua terjawab dengan baik. Selain itu ada permintaan dari tim ahli dari kementerian untuk memperlihatkan secara langsung tarian ini. Karena belum ada kesiapan acara khusus, sehingga kami ditantang oleh tim ahli tampil d Pekan Kebudayaan Nasional pada bulan November mendatang,” tutupnya.

Penulis: Arkadius
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini