|

Sultan Pontianak Ajak Nikmati Kopi Jahe Khas Keraton Kadriah

Coffe Morning Sultan Pontianak bersama Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Pontianak. 
Pontianak (Suara Kalbar) - Sultan Pontianak, Sy Machmud Melvin Alkadrie lakukan Coffe Morning bersama Masyarakat Lintas Etnis, Forkopimda dan Tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama yang dilaksanakan di Keraton Kadriah Kesultanan Pontianak, Jumat (16/08/2019).

Dalam acara Coffe Morning ini Sultan Pontianak menyuguhkan Kopi Khas Keraton Pontianak, Kopi yang bercita rasa Jahe.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten III Gubernur, Staf Ahli Pangdam XII/Tpr, Perwakilan Lanud Supadio, Lantamal Pontianak, Kapolresta Pontianak, Kajari Mempawah, Ketua MABM Kalbar, Prof Chairil Efendi, Ketua MABT, Paguyuban Jawa, IKBM, IKABES dan Tokoh Masyarakat lainya.

Hadir juga Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, H Hasyim Hadrawi, PCNU Kota Pontianak, H Faruki dan PCNU Kabupaten Kubu Raya, H Abdussalam beserta Tokoh Agama lainya.

Dalam Sambutanya, Sultan Pontianak, Sy Machmud Melvin Alkadrie mengatakan kegiatan Coffe Morning ini adalah kegiatan rutin Kesultanan Pontianak.

"Ini adalah kali kedua kami melakukan kegiatan Coffe Morning dam InsyaAllah akan rutin kami lakukan disetiap minggu kedua setiap bulan," jelas Sultan.

Sultan Pontianak mengatakan maksud dan tujuan melakukan kegiatan Coffe Morning adalah berkumpul dalam rangka menjalin silahturami dan komunikasi antar semua lapisan masyarakat.

"Jadi kita berkumpul dan bersilahturahmi serta berkomunikasi tidak hanya ketika ada masalah saja," ungkap Sultan.

Menyikapi kegiatan ini, Kapolresta menyambut baik dan mensuport inisiatif dari Sultan Pontianak ini.

"Ini adalah suatu kegiatan positif dan harus dirawat secara rutin, saya rasa semua kegiatan positif seperti ini harus kita suport," ujar Kombes (Pol) M Anwar Nasir.

Hal senada disampaikan Ketua MABM Kalbar, Prof Chairil Efendi yang juga mensuport untuk selalu melestarikan budaya berkumpul dengan Coffe Morning bersama semua unsur baik tokoh masyarakat, tokoh Agama serta Forkopimda.

"Kegiatan seperti ini juga dilakukan oleh Organisasi dan Paguyuban adat budaya yang ada di Kalimantan Barat yang tergabung dalam Forum Paguyuban Merah Putih," ungkap Chairil.

Prof Chairil Efendi menjelaskan sudah ada 22 organisasi adat dan paguyuban yang ada di Kalimantan Barat yang tergabung dalam Forum Paguyuban Merah Putih.

Prof Chairil mengatakan dengan semakin sering bertemu dan berkomunikasi maka setiap ada permasalahan dapat dieliminir dan di cegah melalui komunikasi dan silahturahmi.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan masukan dari semua tokoh-tokoh masyarakat yang hadir dan menikmati Coffe khas Keraton Pontianak.

Penulis: Rilis
Editor: Admin Suara Kalbar
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini