|

Pentingnya peran Ayah dalam kembang tumbuh anak

Sambas (Suara Kalbar) - Peran seorang ayah didalam mengasuh buah hati tentu sangatlah penting.

Selama ini, hanya seorang ibu yang dianggap berperan penting terutama mengasuk anak-anak mulai dari 0 tahun hingga mereka dewasa.

Bahwa peran keduanya dirasa belum seimbang diakui Kepala Bidang KSPK Kesejahteraan Keluarga dan Pembanguna BKKBN Kalbar, Aulia Arfiansyah kepada suarakalbar.co.id.

Ia mengatakan jika peran seorang ayah hanya mencapai 25 persen terutama dalam mengiringi perkembangan tumbuh kembang anak.
"Karena menjadi ayah yang baik harus berperan dalam pembangunan fisik dan mental anak-anak. Karena cara marah ayah akan berbeda dengan ibu-ibu sehingga pentingnya peran ayah ini yang harus difahami masyarakat luas. Sejauh ini kami melihat peran ayah baru 25. persen dalam pengasuhan tapi dalam ekonomi tinggi," ungkapnya usai Rakor Tim Penggerak PKK Kalimantan Barat Tahun 2019 di Gedung DPRD Kabupaten Sambas.

Dijelaskannya peran ayah juga sangat penting, dikarenakan selama ini program keluarga yang berkaitan dengan anak hanya bertumpu ada ibu-ibu padahal sebenarnya hal itu tidak benar.
"Ayah memang tidak banyak ngomong tapi kalau sudah ngomong ayah menjadi perhatian bagi keluarga," tuturnya.

Dalam seminar yang dilakukan pihak BkkbN bersama PKK Kalbar, dijelaskannya akan memberikan pencerahan jangan sampai terjadi pembagian tugas ayah dan ibu secara nyata dengan tidak adil.
"Karena sebuah keluarga adalah ayah  dan ibu sama-sama memiliki peran yang penting," tegasnya.

Peran ayah selama ini memang dilupakan tetapi dalam seminar ini penekanan terhadap peran ayah meski juga tidak melupakan peran ibu.
"Jika ada parenting ayah dan parenting ibu, bukan ingin menafikan atau menghilangkan peran ibu. Selama ini peran ibu sangat besar, dengan seminar ini peran ibu didorong untuk terus dinaikkan agar levelnya sama dengan ayah," paparnya.

Bahwasannya peran ayah akan membentuk anak menjadi pemberani, cerdas, memecahkan masalah dengan mudah.
Seminar ini akan menaikkan level peran ayah sehingga ada kesetaraan antara peran ayah dan ibu dalam sebuah keluarga.
"Jangan menjadi ayah bisu dalam keluarga, tanpa komunikasi dengan keluarga di rumah tangga. Selama ini ayah mendapatkan kesan seram didalam keluarga," tuturnya lagi.

Melalui bina keluarga balita (BKB), ditambahkannya juga diharapkan kepada anggotanya tidak hanya dipenuhi oleh wanita saja. 
"Akan tetapi juga bapak-bapak harus juga menjadi anggota BKB karena peran ayah diera digital juga harus diperhatikan. Jangan sampai kemajuan teknologi dijadikan kambing hitam. Ayah sebagai kepala keluarga harus bisa mendidik anak-anak sejak dini," pungkasnya.

Penulis  : Dina Wardoyo
Editor    : Kundori

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini