|

Pengelola Pertanian sangat Minim

Suasana rapat ekpose program unggulan di Bengkayang
Bengkayang (Suara Kalbar) - Bertempat di aula Rapat Bupati Bengkayang Lantai II Kantor Satu Atap Jalan Guna Naru Trans Rangkang Kelurahan Sebalo dilaksanakan rapat ekpose program unggulan bidang teknologi, Kamis (15/8) pukul 10.00 Wib hingga 13.00 Wib

Acara dipimpin oleh Bupati Bengkayang Suryadman Gidot dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Obaja SE,M.Si dan Seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Acara menghadirkan 2 narasumber  World Class Associate Professor, yakni Prof. Herry S. Utomo dan Prof. Ida Wenefrida dari Agriculture Centre of Louisiana State University, USA.

Bupati Bengkayang Suryadman Gidot menyambut baik digelarnya acara Ekspose Program Unggulan Bidang Teknologi yang dapat memberdayakan seluruh potensi Kabupaten Bengkayang menuju Era Industri 4.0.

"Semoga dengan adanya Program ini menambah potensi kemajuan dalam bidang Pertanian, karena masyarakat Kabupaten Bengkayang masih bertumpu pada sumber pertanian untuk kebutuhan hidup sehari hari,"kata Bupati.

Profesor Herry S Utomo menyampaikan, Pemerintah RI akan mencapai Pola Pertanian IDN- U atau Indonesia Diaspora Network-United.

Mengenai pertanian, yang terjadi adalah masalahnya usia pengelola pertanian.Bukan saja di Indonesia, di Amerika Serikat juga yang terjadi adalah masalah usia pengelola pertanian itu sendiri yang berkisar diatas usia 40 tahun.

Bukan itu saja, pengelola pertanian cuma 1,5 persen dari jumlah penduduk yang saat ini. Meski dengan produksi yang mencapai dua kali lipat sejak tahun 1940 jadi mereka memenuhi tantangan yang sama.

"Jadi ini juga kami melihat hal ini memiliki fenomen yang sama dengan Indonesia.Maka pertanian itu harus membuat pertanian itu menjadi opsi yang sama,"ungkapnya.

Dengan potensi yang ada di Indonesia maka kesinambungan pertanian kita  bisa diatasi melalui penyadaran penyadaran melalui usia sejak SD,SMP dan SMA dan meng-highlight pekerjaan dasar.

"Tapi sekarang sejak industri 4.0 sebagian besar pekerjaan dasarnya berubah bentuk ,jadi kita harus berani memasuki era ini dengan kreatif," jelas Harry

Sementara Prof Ida Wenifrida menyampaikan bahwa Potensi pertanian di Kalimantan Barat umumnya dan kalbar khususnya lahan pertanian sangat besar.

Alangkah baiknya program pertanian diperkenalkan kepada pelajar sejak dini dan pada anak usia sekolah.

"Yang perlu dilihat disini adalah Pertanian itu bukan ilmu mencakup, pertanian itu bukan ilmu tanam padi atau tanam sawi,"katanya.

Namun kata Putri Pertama Almarhum Fransiskus Iman Kalis ini pertanian itu adalah ilmu dimana ada oportunity dan kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan bahan bahan pertanian

"Misalnya padi bagaimana cara mengembangkan yang lebih bagus, bagaimana kita mengembangkan rasa yang lebih bagus atau gizi yang lebih bagus artinya akan lebih luas lagi,"katanya.

Yang perlu dilihat itu ilmu apalagi dan bagaimana mengembangkan dari bahan bahan pertanian itu.

Seiring kemajuan teknologi zaman komputer dan cyber ini kalau belajar pertanian kita akan merubah pola pertanian yang tidak lagi menggunakan tangan secara manual akan terapi sudah dengan cara modern disiram dengan drone, dan belajar mencangkul akan tetapi sudan engan sistem komputerisasi.

Kedepan dengan bergelut dibilang pertanian, bahwa seorang petani itu dia berbuat untuk selamatkan kehidupan bangsa. Sebab siapapun orangnya pastinya mengkonsumsi hasil dari pertanian yang dikerjakan.

"Nah saya ketika tekun menggeluti bidang pertanian di Amerika Serikat  karena termotivasi hidup ditengah tengah masyarakat petani juga sejak kecil.Saya hadir di Bengkayang saat ini, karena orang tua saya juga lahir di Bengkayang, pada usia  8 tahun Ibunda Yulita Iman Kalis pindah di Sintang dan menetap disana," kenang Ida.

Oleh karena itu tambahnya,  harus foodsibility  harus aman dari segi pangan.

"Sebab jika kita impor terus maka akan kalah dengan negara lain.Jadinya penting dikuasaibl adalah teknologinya,"tutup Ida yang merupakan saudara kandung dari DR Cristiana Maria Kalis Dosen Fakultas Ekonomi Untan

Inggit PPL Monterado menegaskan hingga saat.ini belum ada perubahan mendasar dalam kemajuan Pertanian di Kabupaten Bengkayang.

"Sudah 34 tahun saya bertugas di bidang Pertanian akan tetapi tidak ada perubahan,"ucap Inggit

Amerika Serikat pola pengembangan pertanian sudah terbang ke langit sementara  masih tetap dengan pola merumput pertaniannnya dan bahkan ada petani yang tetap bertahan dengan pola pertanian bakar lahan.

Hadir Kepala Asisten III Ir.Supriadi, Bappeda Drs.Pinus Syamsudin,M.Si,Plat Kepala Dinas PPP Erlianus .SP,Kepala Badam Pengelola Perbatasan Fabianus Pel,M.Pd,Kepala Disdibud Dr Yan,Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Syarifudin,.Kepala DPRPLH Drs.Lorensius, Kadis PUPR Aleksius,S.Sos,M Si, Camat Se-Kabupaten Bengkayang.

Penulis: Nadi
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini