|

Pemkab Bengkayang akan Bangun Rumah Adat Melayu 2020

Suasana rapat pembahasan pembangunan rumah adat melayu di Bengkayang. 
Bengkayang (Suara Kalbar) -Pemerintah Kabupaten Bengkayang  memberikan angin segar bagi masyarakat Melayu di Kabupaten Bengkayang. Kabar tersebut berupa bakal dibangunnya rumah adat Melayu di Kabupaten Bengkayang, yang rencana tersebut akan dibangun pada tahun 2020 mendatang.

Rencana pemerintah tersebut terungkap saat Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu  (MABM) Kabupaten Bengkayang melakukan audiensi dengan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot di ruang rapat Bupati, Rabu (7/8/2019).

Ketua MABM Bengkayang Ir. H. Supriadi yang didampingi Ketua Panitia Pembangunan, Anwar Alamsyah  menuturkan, audiensi tersebut bertujuan untuk meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang merealisasikan pembangunan rumah adat Melayu di Kabupaten Bengkayang.

"Dalam audiensi tersebut bersama dengan Bupati MABM melaporkan,  beberapa hal yang telah dilakukan untuk pembangunan rumah seperti melakukan konsultasi dengan pengurus MABM Provinsi Kalbar. Dalam hal ini, Pemprov siap membantu berupa pembuatan desain dan rab rumah Melayu," jelasnya.

Supriadi mengungkapkan,  rencana pembangunan rumah Melayu ditaksir akan menghabiskan anggaran sekitar Rp.5 miliar termasuk untuk pembebasan lahan.

Bupati Bengkayang,  Suryadman Gidot, menyambut baik audiensi yang dilakukan MABM. 

"Keinginan kita sama seperti yang diinginkan MABM,  yakni adanya rumah adat Melayu di Kabupaten Bengkayang,"katanya.

Ia menegaskan,  Pemerintah Kabupaten Bengkayang berkeinginan untuk membangun rumah Melayu pada tahun 2020.

"2020 pembangunan rumah Melayu harus segera di bangun,  setidak sebelum masa bhakti saya bersama pak wakil Bupati berakhir. Kemajemukan ini adalah aset kekayaan daerah yang tak ternilai," ucap Bupati dua periode ini.

Pembangunan rumah Adat Melayu ini tambah Gidot, karena rumah Adat Dayak sudah dibangun. Dan ia berharap setelah tahun 2020, setelah masa kepemimpinannya ada dibangun juga rumah adat yang lainnya.

"Niat pemerintah akan membangun rumah adat setiap suku. Kemarin kita sudah membangun rumah adat Dayak yang disebut Ramin Bantang , niat kita berharap tahun 2020 rumah adat Melayu segera dibangun. Silahkan MABM merembukkannya , karena kita berharap biar yang baik ini menjadi niat bersama. Dan setelah 2020  berharap ada pembangunan rumah adat lainnya seperti rumah adat Tionghoa dan rumah adat Jawa,"tuturnya.

Sementara itu anggota DPRD Bengkayang, Badarudin dalam pandangan umum fraksi Hanura terhadap rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun  2020 menekankan pentingnya membangun rumah adat Melayu di Kabupaten Bengkayang.

"Saya dalam Pandangan Umum kemarin menyuarakan aspirasi rumpun Melayu Kabupaten Bengkayang,  agar Pemerintah Kabupaten Bengkayang membangun rumah adat Melayu,  sesuai pembicaraan yang dilakukan pemuka adat dengan Bupati," kata Badarudin yang juga sebagai Sekretaris Pengurus MABM Kabupaten Bengkayang.

Badarudin menambahkan, rumah adat Melayu penting dibangun karena merupakan icon suku Melayu nantinya. "Sewajarnya rumah adat Melayu di bangun di dalam ibu kota.  Karena rumah adat bisa dijadikan sebagai destinasi wisata," tambahnya.

Penulis: Nadi
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini