Cerita Anggota Paskibra Sekadau Sukses Kibarkan Merah Putih
![]() |
| Paskibra saat bertugas pengibaran bendera merah putih pada Upacara HUT RI ke 74 di Pemkab Sekadau. |
Sekadau (Suara Kalbar) – Paskibraka Kabupaten Sekadau sukses mengibarkan merah putih dalam upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 di Halaman Kantor Bupati Sekadau, Sabtu (17/8).
“Kunci kekompakan dalam pengibaran bendera, yaitu latihan, latihan dan latihan. Tak mengenal apa itu lelah, panas, kami tetap latihan,” ujar Jose Jonathan Lie (17), salah satu anggota Paskibara yang mengibarkan bendera merah putih.
Dalam latihan itu, kata Jose, mereka menciptakan chemistry diantaranya pembawa baki, pengibar dan pembentang. Ia menambahkan, selama latihan tentunya ada suka duka yang dirasakan.
“Duka, pada hari pertam dan kedua waktu pembentukan karakter kita rasa tidak mampu dan ada rasa ingin pulang,” ucap Jose yang juga pelajar SMA Negeri 1 Sekadau.
![]() |
| Zaskia Aulia Putri saat mengambil bendera merah putih dari Bupati Sekadau Rupinus. |
Tak hanya itu, kesedihan juga dirasakan anggota Paskibaraka yang musim karena tidak bisa merayakan Idul Adha bersama keluarga. Namun, hal itu seolah sirna karena para anggota Paskibaraka itu salaing menyemangi dan memiliki semangat hingga akhirnya bisa bertahan.
“Di Desa Bahagia kami bertemu sebagai keluarga yang baru. Kami merayakan Idul Adha bersama-sama,” kata dia.
Pembawa Baki, Zaskia Aulia Putri (16) mengatakan, saat pertama ditunjuk sebagai pembawa baki dirinya merasa kurang siap. Pelajar asal SMA Negeri 1 Sekadau Hulu itu pun berusaha meyakinkan dirinya agar siap dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk membawa baki.
“Saya harus bisa dan kami disini sama-sama berjuang. Ketika dipercaya membawa baki saya merasa sangat bahagia, dan senang sekali karena tadi pagi dapat menjalankan tugas dengan sukses,” tambahnya.
Menjadi anggota Paskibaraka merupakan loncatan besar bagi para pelajar tersebut untuk menggapai cita-citanya menjadi polisi, tentara hingga bisa sekolah kedinasan. Tak terkecuali, Jose dan Zaskia.
Zaskia pun mengaku sedih karena untuk pertama kalinya tak bisa merasakan Idul Adha bersama orang tua. Kendati demikian, bersama teman-temannya mereka saling menyemangati karena mereka punya tujuan yang sama, yaitu mengibarkan sang saka merah putih.
“Kami tetap semangat. Kami percaya orang tua kami meridhoi dan mendoakan kami setiap waktu agar kegiatan kami sukses,” tukas perempuan berjilbab itu.
Penulis : Dina M
Editor:Kundori







