SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Agustus ini, RSUD Kota Pontianak buka poli rawat jalan sore hari

Agustus ini, RSUD Kota Pontianak buka poli rawat jalan sore hari

Pontianak (Suara Kalbar) – Sejak diresmikan Tahun 2012, Rumah Sakit Pemerintah Kota Pontianak terus menekankan pelayanan terbaik kepada masyarakat luas. 

Terkait pelayanan itu, Rumah Sakit menerapkan sistem rumah sakit tanpa kelas.

Plt Direktur RSUD Pontianak, dr Johnson mengatakan bahwa RSUD Kota Pontianak  per Agustus 2019 ini, membuka poli rawat jalan peserta BPJS di sore hari untuk mengurai jumlah antrean yang sangat membludak di pagi hari.

“Pasien akan dilayani mulai pukul 16.00-18.00. Sebelumnya, layanan itu hanya tersedia di pagi hari, pukul 07.00-11.00,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya sebenarnya pada 1 Juli lalu telah dibuka poli untuk umum, namun per Agustus dibuka untuk pasien BPJS.

“Pasien BPJS bisa menggunakan hak pelayanan di rumah sakit ini dari pagi sampai sore hari,” katanya.

Namun untuk memenuhi hak kepesertaan BPJS, ia menjelaskan pihaknya akan membuat ruangan dengan satu, dua, tiga dan enam tempat tidur.

“Namanya ruang Kasturi, Melati, Kenanga, dan Mawar, karena prinsipnya tanpa kelas. Nanti diresmikan pas ulang tahun 24 Oktober,” tuturnya.

Terhadap masyarakat yang melakukan pengobatan, dijelaskannya jika rata-rata 300 hingga 500 peserta BPJS dilayani rumah sakit tersebut  dalam sehari.

“Jumlah itu merupakan 90 persen dari total pasien,” tegasnya.

Masyarakat yang berobat, diakuinya bukan hanya berasal dari Kota Pontianak, namun juga kabupaten sekitar lantaran rumah sakit tipe C bisa merujuk ke rumah sakit tipe C lain, sesuai era rujukan berjenjang BPJS.

“Jadi boleh dikatakan rumah sakit ini, rumah sakit BPJS di Pontianak,” katanya lagi.

Ia menambahkan layanan rumah sakit Kota Pontianak saat ini cukup lengkap seperti spesialis penyakit dalam dan bedah syaraf tersedia. Ke depan akan dikembangkan pula layanan poli geriatri khusus lansia akan ada pula ruang konsultasi, sehingga pasien tidak hanya ambil obat, tapi juga dapat penjelasan terhadap obat yang diberikan.

“Spesialis kami ada 13 dokter dengan jumlah tenaga 25 orang, yang belum ada hanya penyakit jantung. Sementara beberapa sedang sekolah. Untuk peralatan akan menyesuaikan dengan ketersediaan tenaga,” pungkasnya.

Penulis  : Dina Wardoyo

Editor    : Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan