|

4 Kali Pemukulan Gong Pembukaan Perayaan HIMAS di Kuala Dua, Ternyata Ini Penjelasannya

Br. Yohanes Deo, MTB, (pegang mikrofon)
pengurus Bori Tajou Obih Edeuap Kuala Dua
Foto: Nikodemus Niko suarakalbar.co.id

Sanggau (Suara Kalbar) - Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Internasional (HIMAS ) tanggal 8-9 Agustus 2019 JPIC-Bruder MTB didukung dan bersama organisasi masyarakat sipil, Masyarakat Adat dan petani serta Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau khususnya   Kalimantan Barat, di Bori Tajou Obih Edeuap, Dusun Kuala Dua, Desa Kuala Dua, Kecamatan Kembayan, Sanggau sudah sukses dilaksanakan, tidak kurang dari 300an undangan yang hadir.

Satu hal yang menjadi pertanyaan saat pebukaan acara perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, pemukulan Gong oleh Drs. Hermanus, M.Si Staf Ahli Gubernur Kalbar mewakili Gubernur Kalimantan Barat, harus dilakukan sebanyak 4 (empat) kali. Biasanya 7 (tujuh) kali.

Baca Juga: Perayaan HIMAS di Kuala Dua, Diawali Dengan Dua Ritual Adat

Kepada suarakalbar.co.id, Sabtu (10/8/2019), Br. Yohanes Deo, MTB, pengurus Bori Tajou Obih Edeuap menjelaskan, pemukulan gong 4 kali, pada pembukaan acara, dimaksud untuk memanggil semangat roh kita yang hidup dengam segenap ciptaan, meletakkan semuanya dalam berkat Allah Yang Maha Tinggi.

Bunyi Pertama: Pemanggilan semangat/roh kesatuan seluruh alam ciptaan, hadir bersama.

Bunyi Kedua sampai Keempat adalah kita meletakkan dalam nama Allah Bapa yang mencipta, Allah Putra yang berkarya dan dalam nama Allah Roh Kudus yang menginspirasi, menuntun gerak tindakkan segala ciptaan serta menguatkan, melakukannya dalam hidup sehari-hari.

Sumber: Br. Yohanes Deo, MTB, pengurus Bori Tajou Obih Edeuap Kuala Dua.
Penulis/Editor: Nikodemus Niko
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini