|

Tempuh 1500 KM Lebih, Ini Tanggapan Tim Sarawak Usai Kegiatan Tumbang Anoi

Tim Sarawak Saat di Betang Damang Batu
Foto: Nikodemus Niko / suarakalbat.co.id

Tumbang Anoi, Gunung Mas (Suara Kalbar) - Hadir pada acara pembukaan Seminar dan Ekspedisi Napak Tilas Sejarah Damai Tumbang Anoi di Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah, Tanggal 22 – 24 Juli 2019, suarakalbar.co.id berkesempatan mendampingi tim dari Kuching, Sarawak Malaysia, yang berangkat sejak tanggal 19 Juli 2019 dari Perbatasan Entikong. Keberangkatan Tim dari Sarawak, semula berjumlah 6 orang namun yang akhirnya berangkat hanya 4 orang saja.

Keberangkatan tim Sarawak ini tidak lepas dari peran Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Entikong yang memfasilitasi dengan mengeluarkan Surat Pemberitahuan Nomor: 108/DAD-ETK/2019 tertanggal 18 Juli 2019 yang ditujukan kepada Kepala Kantor Imigrasi Entikong, Kepala Bea dan Cukai Entikong, Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns Entikong dan Kapolsek Entikong. Surat ini juga ditembuskan kepada Ketua DAD Sanggau dan Ketua Panitia Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Damai Tumbang Anoi.

Saat keberangkatan tim ini, Ketua DAD Entikong, Antonius Angeu, S.IP menjelaskan bahwa surat yang dibuat tersebut sebagai jaminan, terlebih anggota tim ini masih kerabat dan punya hubungan kekeluargaan dengan saudara di Perbatasan Entikong, Indonesia, sehingga mereka diberikan kemudahan masuk tanpa mengunakan Paspor.

Saya jurnalis suarakalbar.co.id yang berdomisili di Kecamatan Kembayan, sebagai pendamping dan pemandu tim Sarawak ini, juga menyampaikan terima kasih kepada DAD Entikong dan DAD Kembayan yang mensuport keberangkatan tim Sarawak yang berjumlah 4 orang, dengan nama-nama sebagai berikut:
- Mack Anak Ginep (Lk), warga Kuching, Sarawak, Malaysia.
- Patrick Anak Raymond Bang (Lk), warga Kuching, Sarawak, Malaysia.
- Hendok Kuleh (Pr), warga Bintulu, Sarawak, Malaysia.
- Mike Bohan Anak Siang (Lk), warga Padawan, Kuching, Sarawak, Malaysia.

Anggota tim yang batal hadir ada dua orang, yakni Peter Anak Jaban (Lk) dan Karen Shepherd (Pr) sepasang suami istri dari Kuching, Sarawak, Malaysia.

Menempuh jarak 1.500 km lebih, dari Kuching - Tumbang Anoi, tiga hari dua malam tim ini sampai jam 20.14 Wib tanggal 21 Juli 2019 di Desa Tumbang Anoi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Barat.

Sampainya Tim Sarawak di Tumbang Anoi ini juga tidak lepas dari peran dan bantuan Fordayak (Forum Pemuda Dayak), yang membantu mengawal setibanya Tim di Palangkaraya hingga Tumbang Anoi.

Di Tumbang Anoi, Tim Sarawak ini disambut baik oleh keluarga Damang Batu di Betang "Damang Batu" dengan adat penyambutan.

Tim Sarawak dan juga Tim Sabah,
Napak Tilas Tumbang Anoi 2019
Foto: Nikodemus Niko / suarakalbar.co.id

Pada acara pembukaan yang dihadiri tidak kurang dari 5.000 lebih warga Dayak dari berbagai penjuru Kalimantan, bahkan dari Sarawak, Sabah Malaysia dam Brunai Darusalam, tim mengikuti jalannya acara yang berlangsung khitmad.

Usai acara pembukaan Seminar dan Ekspedisi Napak Tilas Rapat Damai Tumbang Anoi, oleh  Gubernur Prov. Kalimantan Tengah (Kalteng) H.Sugianto Sabran, yang ditandai dengan pemukulan GONG, acara dilanjutkan dengan peninjauan Rumah Betang Tumbang Anoi dan berikutnya diisi dengan acaya hiburan, Mack Anak Ginep salah satu peserta Tim Sarawak, melalui panggung hiburan, menyampaikan kesannya selama mengikuti Napak Tilas Tumbang Anoi ini, dan ia juga mengharapkan agar Dayak Bersatu.

"Mewakili Dayak, mungkin juga Dayak seluruh Bornei ini, saya akan bagi pesan sedikit," ucapnya mengawali pesannya di depan ribuan masa yang ada sekitar Betang "Damang Batu".

Masa akan datang, lanjutnya, mungkin kita akan tumbuhkan lagi acara lebih meriah satukan Dayak.

Mack Anak Ginep, perwakilan Sarawak menyampiakam niatnya demi Dayak Betsatu
Foto: Nikodemus Niko / suatakalbar.co.id

"Saya hanya wakil saja, tapi dua tahun, lima tahun akan datang mungkin pulau Borneo ini pulau Dayak, jadi saya mau Dayak bersatu, dan saya tidak mau pemimpin Dayak memijaki Dayak. Pemimpin Dayak harus membangunkan Dayak melalui education (Pendidikan) dan juga jalan-jalan raya ka ulu-ulu harus diaspal," harapnya.

Lebih lanjut ia juga berharap, Dayak berdiri di atas Dayak, bukan berdiri atas orang lain, dan saya mau Dayak lebih mantap, betsatu dan betmartabat, ucapnya lantang.

Penulis: Nikodemus Niko
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini