|

PT. KKJ Diduga Cemari Lingkungan, Warga Nusapati Marah

Lokasi PT Kalimantan Kelapa Jaya di Nusapati yang diduga melakukan pencemaran lingkungan. 
Mempawah (Suara Kalbar) - Warga Desa Nusapati  Kabupaten Mempawah yang berada disekitaran pabrik Kalimantan Kelapa Jaya dibuat marah dengan ulah perusahaan PT Kalimantan Kelapa Jaya (KKJ) yang diduga ceroboh dalam pengelolaan pembuangan limbah.

Limbah perusahaan itu diduga mencemari lingkungan masyarakat. Puncaknya, Sabtu (14/7) sore warga mendatangi perusahaan tersebut.

Belasan warga dari perwakilan masing masing RT yang terdampak pembuangan limbah menyambangi perusahaan dan melihat secara langsung pipa saluran pembuangan limbah sengaja dibuat mengalir dari lokasi perusahaan menuju ke parit-parit pemukiman warga.

Suhardi HRD perusahaan  nyaris menjadi sasaran kemarahan warga lantaran tidak tanggap dalam mengatasi persoalan tersebut.
Warga menunjukan air tercemar
Kemarahan warga Desa Nusapati ini cukup beralasan. Sebab, pencemaran limbah dari PT KKJ ini sudah berlangsung sejak tahun 2014 silam, setelah satu tahun perusahaan berjalan dari awal 2013.

Dan sejak itu pula, warga sudah berulang kali mengingatkan agar perusahaan segera melakukan penanganan hasil akhir pembuangan limbah.

Bukanya mengindahkan permintaan masyarakat,pihak perusahaan malah seakan main kucing kucingan, disaat mendapatkan komplaint dari warga, perusahaan mengiyakan dan akan memperbaiki aliran pembuangan, namun disaat warga lengah perusahaan kembali berulah.
                     
Warga menunjukan aliran pipa pembuangan yang mengarah ke parit warga.Sehingga sampai saat ini permasalahan tak kunjung ada solusi dan janji yang ditepati  dari perusahaan KKJ.

Ditemui dilapangan Pj Kades Nusapati, A Rahman, menjelaskan pencemaran limbah PT KKJ ini berdampak terhadap 7 Rt di Desa Nusapati.

Ratusan warga merasakan dampak dari pencemaran yang telah terjadi sejak tahun 2014 silam itu.

“Kita tidak tahu limbah ini mengandung kimia atau tidak. Yang pasti, sebagian warga merasa gatal-gatal saat menggunakan air parit untuk, Mandi Cuci Kakus (MCK),” ungkap Rahman.

Bukan hanya pencemaran air, warga sekitar juga tak mampu mencium aroma bau busuk dari aroma limbah pembuangan tersebut.

Dia khawatir jika persoalan itu dibiarkan berlarut dapat menyebabkan dampak sosial di masyarakat.

Sebab, masyarakat Desa Nusapati sudah cukup lama bersabar menghadapi situasi tersebut.

“Masyarakat sudah semakin tidak terkendali akibat tindakan perusahaan yang sudah lama membiarkan persoalan limbah ini.Padahal masyarakat kami sudah sering mengingatkan, namun tidak mendapatkan tanggapan dan penanganan yang baik,” sesalnya.

Sementara itu, Ketua BPD Nusapati, fahmi mengungkapkan tiga hal yang menjadi tuntutan masyarakat dalam penyelesaian persoalan limbah PT KKJ tersebut.

Yakni, meminta perusahaan menutup aliran pembuangan limbah yang mengarah ke parit-parit pemukiman warga.

“Kemudian, kami minta perusahaan tidak membuang limbah sembarangan yang dapat berdampak terhadap lingkungan masyarakat.Serta, kami minta agar perusahaan membuat tempat penampungan tersendiri untuk mengolah limbah ini,” paparnya.

Dilain Pihak Suhardi HRD Perusahaan KKJ belum bisa memberikan jawaban dengan alasan tak bersedia dan masih meminta waktu untuk klarifikasi sambil menunggu pimpinan.

"Nanti kita akan melakukan perundingan sebagai jalan penyelesaian,"pungkasnya.

Penulis : Hamzah
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini