|

Proyek Pelabuhan Internasional di Kijing Diduga banyak TKA Ilegal

Lokasi proyek pelabuhan Internasional
Mempawah (Suara Kalbar)-Dua mega proyek internasional yang berdiri di Kabupaten Mempawah yakni pelabuhan Internasional Kijing saat ini banyak ditemukan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat,melalui Kepala Bidang Pengawasan Tenaga Kerja, Syarif Isa Hadad membenarkan adanya  keberdaaan TKA ilegal di proyek pembangunan pelabuhan kijing  di Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah.

“Ada tiga perusahaan subkon penyedia pekerjaan dibawah naungan PT WIKA. Diantaranya, PT Geo Tekindo, PT Mutiara Indah Kontruktion dan PT H Seng Long Indonesia. Paparnya.

Isa pun menyebut dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pihaknya, ditemukan 30 TKA ilegal dari tiga perusahaan itu.

Pemeriksaan ini belum semuanya kita lakukan, dan ia menduga bisa saja jumlahnya melebihi dari jumlah yang sudah menjadi temuan.

"Adanya temuan TKA ilegal, Isa menegaskan bahwa telah terjadi pelanggaran aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam UU Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat.

"TKA tersebut tidak terdaftar dalam program jaminan sosial tenaga kerja, dan tidak ada. Notifikasi mempekerjakan TKA ( IMTA),"tegasnya.

Karena itu, Isa mengatakan pelanggaran juga dilakukan ketiga perusahaan, terhadap Perpres Nomor 20 tahun 2018. Setiap perusahaan harus membuat RPTKA dari Kementrian.

"Sudah kami tindaklanjuti dengan memberikan surat pemeriksaan dan teguran terhadap perusahaan ini. Kita masih menunggu respon atau tanggapan perusahaan.

Namun sampai saat ini pihak prusahaan masih belum memberikan jawaban secara jelas," terangnya.

Ditemui terpisah Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso mengatakan pihak kepolisian akan terus mengawasi TKA yang bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Mempawah sesuai dengan kewenangan dan batasan tugasnya. Kamis (11/7/2019).

"Terkait Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Mempawah, kita akan tetap mengawasi, karena itu sepenuhnya kewenangan pihak Imigrasi.

Tugas kepolisian adalah penindakan awal saja, kalau memang ditemukan ada TKA, akan kita lakukan pemeriksaan identitas dan surat ijinnya, jika ada kesalahan dalam perijinan akan kita serahkan kepada Imigrasi yang lebih berwenang dalam hal ini," ujarnya.

"Kalau TKA yang bekerja secara resmi ada kita terima laporannya, di beberapa lokasi perusahaan mulai dari Kecamatan Siantan sampai ke Kijing, tidak hanya di dua mega proyek saja.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan TKA yang mempunyai ijin bekerja secara resmi, pasti akan memiliki surat laporan resmi dari Polda Kalbar.

Kemudian Polres Mempawah akan mendapat tembusan dan bertugas untuk mengawasi, mulai dari jumlah dan identitas.

"Kalau laporannya ada sepuluh misalnya, nanti akan kita cek kebenaran jumlahnya, kalau ada kelebihan maka akan kita cek, dan periksa dokumenya," ujarnya.

Sampai saat ini Kapolres memastikan, pihak kepolisian belum ada menerima laporan dari pihak manapun, terkait TKA yang bekerja secara ilegal.

Penulis : Hamzah
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini