|

Kukuhkan DAD Sanggau, Thadeus Yus Jelaskan Organisasi Dayak Internasional

Pengukuhan DAD Kabupaten Sanggau
Periode 2019-2024
Foto: Nikodemus Niko / suarasakalbar.co.id

Sanggau (Suara Kalbar) - Sesuai hasil Musyawarah Adat (Musdat) VI Tahun 2019, yang dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2019 lalu, hari ini, Sabtu (6/7/2019) sore, di Rumah Betang Dori' Mpulor Sungai Mawang, Kabupaten Sanggau, DAD Provinsi Kalbar mengukuhkan Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau periode 2019-2024.

Acara Pengukuhan Pengurus DAD Kabupaten Sanggau oleh Pengurus DAD Provinsi Kalimantan Barat ini dihadiri Bupati Sanggau, Dewan Pertimbangan dan segenap Pengurus DAD yang dikukuhkan, DAD Kecamatan Sekabupaten Sanggau serta segenap masyarakat Dayak, yang berada di kawasan Rumah Betang Dori' Mpulor mengikuti acara yang berlangsung dengan hikmad.

Yohanes Ontot yang terpilih kembali untuk kedua kalinya menjadi Ketua DAD Kabupaten Sanggau periode 2019-2024, bersyukur kepada Tuhan telah secara resmi dikukuhkan oleh DAD Provinsi Kalimantan Barat.

Pengukuhan DAD Sanggau
Foto: Nikodemus Sanggau

"Sesuai tupoksi DAD, kami berharap ada banyak masukan bagi kami DAD Sanggau ini, sehingga kami bisa berjalan dengan baik," pintanya.

Ia juga mengajak kepada segenap Pengurus DAD Sanggau, untuk bekerja menjalankan tugas sesuai tupoksinya, dan berkoordinasi melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin.

"Selamat atas pengukuhan ini, dan selamat bekerja," ucapnya kepada segenap Pengurus DAD Sanggau yang telah dikukuhkan.

Thadeus Yus, S.H. M.Pa. Pengurus DAD Provinsi Kalimantan Barat usai mengukuhkan Pengurus DAD Kabupaten Sanggau, dalam sambutannya menyampaikan, selaku Pengurus DAD hendaknya bisa melaksanakan tugas sesuai dengan yang tertuang pada SK.

"Kita perlu memahami SPIRIT dari dibentuknya DAD Kabupaten Sanggau ini, dan tahu bagaimana sejarah berdirinya Dewan Adat Dayak," harapnya, kemudian lanjut menuturkan sejarah berdirinya DAD.

Di kesempatan tersebut Thadeus Yus, juga memperkenalkan dirinya sebagai Secretary General, Organisasi Dayak International Justice Council (DIJC) menyampaikan adanya organisasi DIJC ini, yang dibentuk pada tanggal 15 Juni 2019 lalu di Hotel Perkasa Keningau, Sabah Malaysia.

"Sebulan yang lalu, dimulai pada November 2018, wakil Bupati Sintang punya inisiatif mengadakan Kongres Temenggung Internasional yang diadakan di Sintang, kemudian sebulan lebih yang lalu ditindaklanjuti dengan pertemuan Internasional di Sabah, lalu melahirkan Dayak International Justice Council," paparnya.

Ini adalah bagian dari perkembangan, SPIRIT dari DAD tadi, sehingga kita berhasil menyatukan Dayak seBorneo, lanjutnya.

"Dengan usia DAD susah 25 tahun, ada banyak harapan dari masyarakat, agar DAD bisa berbuat menjadi maksimal memenuhi harapan masyarakat tersebut dan ini yang menjadi tanggung jawab moral kita," harapnya.

Dijelaskannya, DIJC sebagai lembaga Yudikatif, sementar DAD adalah Legislatifnya, hal ini saya jelaskan agar tidak ada kesalahpahaman dan dualisme lembaga yang tumpang tindih dengan tugas DAD, paparnya.

DIJC terbentuk berkat adanya Borneo Dayak Forum (BDF) sebagai organisasi Internasional.

"Sebagai informasi, saat ini BDF sudah merancang mendaftarkan masyarakat Dayak sebagai pendusuk asli di Kalimantan di PBB," ungkapnya.

Sebagai DAD sudah menjadi tugas kita agar masyarakat Dayak diakui sampai tingkat dunia, semoga DAD kedepannya bisa bekerja lebih maksimal, harapnya.

Di akhir acara Bupati Sanggau, Paolus Hadi, SIP.,M.Si dalam sambutannya menegaskan, untuk maju Dayak harus berani, termasuk berani bersaing dengan intelektual, tegasnya.

Penulis: Nikodemus Niko
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini