|

Dua Tahun Sakit Jantung, Dani Warga Sekadau belum Dioperasi Terkendala Biaya 

Dani Santoso bersama orang tuanya. 
Sekadau (Suara Kalbar) - Kondisi memprihatinkan alami Dani Santoso (22) warga Jalan Pangeran Ratu, RT 001, RW 001, Desa Munggu, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Anak bungsu pasangan Mamat dan I Rohaini itu sejak dua tahun belakangan ini mengalami sakit jantung.

Berbagai upaya ditempuh pihak keluarga untuk kesembuhan Dani. Namun, karena keterbatasan biaya hingga saat ini Dani belum bisa di operasi seperti yang disarankan oleh dokter.

Saat ditemui dikediamannya, I Rohaini ibunda Dani menceritakan, bahwa sang anak sudah dua tahun belakangan ini mengalami sakit jantung. Dani, kata Rohaini, sudah dibawa ke RS untuk menjalani mengobatan.

"Sakitnya jantung. Tubuhnya juga bengkak, kadang keluar darah kalau telat minum obatnya. Mulai puasa semakin parah," tuturnya sembari menujukan hasil pemeriksaan dokter, Jumat (19/7) malam.

Sehari-hari orang tua Dani berjualan pentol kuah keliling. Selain untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, dari hasil jualan itulah keluarga membiayai biaya pengobatan Dani.

Dani memang memiliki BPJS yang bisa digunakan untuk berobat. Hanya saja, untuk membeli obat keluarga selalu merogoh kocek dalam-dalam.

"Setiap bulan, setiap habis obatnya Dani cek ke RS Soedarso Pontianak. Sudah dianjurkan oleh dokter untuk operasi jantung, cuma terkendala biaya jadi sampai sekarang belum di operasi. Kalau obat belinya umum," ucapnya.

Jangankan untuk biaya operasi, untuk sekali cek ke Pontianak setiap bulan keluarga Dani harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Pulang pergi ke Pontianak hingga biaya obat yang mencapai jutaan rupiah harus dikeluarkan setiap bulannya.

"Setiap cek, konsul ke dokter bisa habis Rp2 jutaan. Sampai sekarang belum biasa di operasi karena memang kendala biayanya, sambil ngumpulkan uangnya. Setiap bulan uang harus keluar untuk cek dan biaya obat," bebernya.

Dokter menyarankan agar Dani segera dioperasi. Sebab, bila kondisi tersebut dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan kondisinya akan semakin parah.

Rencananya Dani akan kembali ke Pontianak untuk mengecek kondisi kesehatannya, pada 27 Juli mendatang. Sebagai orang tua, Rohaini ingin melihat anaknya sembuh dan bisa beraktivitas seperti teman-teman seusianya.

"Sebagai orang tua pengennya Dani bisa berobat. Bisa sembuh seperti sedia kalau. Namanya orang tua ingin melihat anaknya sembuh, ndak sakit parah seperti ini," harapnya.

Penulis: Tim Liputan
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini