|

BKIPM Antisipasi Penyeludupan Ikan Invasif melalui Jalur Tikus

Suasana Rapat
Entikong (Suara Kalbar) – Jalur tikus yang ada di PLBN Entikong rawan digunakan untuk menyeludupkan ikan predator (invasive) dari luar negeri ke Kalbar.Ikan predator berbahaya dan  menjadi ancaman bagi ekosistem ikan di perairan Indonesia.

“Entikong salah satu perbatasan darat langsung dengan Malaysia, dan banyak jalan tikus yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memasukan ikan invasive. Balai karantina ikan dan pengendalian mutu (BKIPM) Entikong tentunya meningkatkan pengawasan dan patroli untuk mencegah penyeluduan tersebut,” kata Riza Priyatna, kepala pusat karantina ikan, Badan karantina ikan dan pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan, Selasa (9/7/2019).

Menurutnya, saat ini banyak penghobi ikan predator di Indonesia termasuk Kalbar. Ikan yang digemari para penghobi ikan predator antara lain, ikan piranha,  ikan Arapaima Gigas dan Aligator Gar. 

Dengan demikian permintaan ikan predator jelas meningkat, mengantisipasi pemasukan ikan predator secara illegal melalui perbatasan pihak BKIPM melakukan peningkatan pengawasan bersama instansi terkait.

"Entikong banyak memiliki pintu tidak resmi yang sangat rawan, karena itu pengawasan mesti di tingkatkan dan melakukan patroli bersama instansi terkait untuk mencegah masuknya ikan invasive ke kalbar,"pungkasnya.

Penulis: Agus Alfian
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini