|

Alat Berburu, Kini Sumpit jadi Olahraga yang Diperlombakan

Perlombaan sumpit 
Sintang (Suara Kalbar) -  Sumpit adalah salah satu alat berburu hewan ala tradisional. Kini sumpit menjadi alat olahraga yang diperlombakan setiap event budaya di Kalbar. 

Memeriahkan Pekan Gawai Dayak ke VIII Kabupaten Sintang tahun 2019, Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang menyelenggarakan Lomba Sumpit yang dilaksanakan di Betang Tampun Juah, Sabtu (13/07/2019).

Yustinus Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang yang ke VIII Tahun 2019 menyampaikan agar  netralitas tim juri dan paniti lomba menyumpit harus dipegang teguh.

 “Supaya lomba ini betul-betul menghasilkan peserta yang memang layak menang karena yang juara pertama akan kita ikutkan ke gawai di Pontianak tahun depan. Dan biasanya diikutkan ke lomba internal menyumpit di level provinsi Kalimantan barat. Pengurus olahraga menyumpit tentu akan memantau kemampuan atlit menyumpit Sintang,” terang Yustinus.

Suan Rumban Ketua Persatuan Olahraga Menyumpit Kabupaten Sintang mengharapkan agar seluruh peserta memperhatikan masalah arah angin.

 “Siang hari ini angin kita rasakan cukup kuat sehingga tentu harus ada strategi dari setiap peserta supaya hasilnya baik. Saya juga berpesan agar seluruh peserta mentaati peraturan lomba menyumpit ini.  Saran saya saat membidik sasaran agar tetap konsentrasi. Mental peserta harus siap. Santai saja dalam berlomba. Jangan anggap berat. Jangan terganggu dengan nilai tinggi dari peserta lain,” terang Suan Rumban.

Wakil ketua pengurus sumpit Matius Siong mengatakan dibandingkan tahun sebelumnya lomba sumpit pada pekan gawai dayak ke VIII antusias peserta sangat luar biasa, karena pada tahun ini lomba sumpit juga diikuti oleh peserta putri.

Siong  menjelaskan lomba olahraga tradisional sumpit pekan gawai dayak ke VIII kabupaten Sintang diikuti 17 peserta perorangan putra, 4 peserta perorangan putri dan enam peserta beregu.

“Sistem penilaian pada lomba menyumpit yakni berdasarkan anak sumpit (damak) yang mengenai dan menancap pada lingkaran sasar yang telah ditentukan nilai sasar oleh panitia, dalam lomba sumpit ini panitia memberikan waktu 3 menit untuk peserta menyumpit dengan 10 damak yakni 5 damak berdiri dan 5 damak jongkok. Untuk putra jarak dari peserta ke sasaran adalah 30 meter sedangkan putrid hanya 20 meter. Kita siapkan empat jalur,” Jelas Siong.

Siong menjelaskan Juara lomba sumpit pada Pekan Gawai Dayak ke VIII Kabupaten Sintang tahun 2019 kategori perseorangan Putra juara I di menangkan oleh Nikodemus utusan DAD Sungai Tebelian, juara II diraih Mamud utusan Kelam Permai, dan juara III Stepanus perwakilan DAD Kecamatan Dedai.

“Sedangkan untuk  kategori perseorangan Putri juara I di diraih oleh Debora Diana Perwakilan DAD Sintang, juara II dimenangkan Erdawati utusan DAD Sintang, dan juara III diperoleh  Fransiska Ida Perwakilan Banuaka Sintang, dan beregu kategori putra juara I di menangkan utusan DAD Kalam Permai, juara II diraih perwakilan DAD Sungai Tebelian, dan juara III  perwakilan DAD Ketungau Hilir,”kata Siong.

Pemenang lomba sumpit kategori putra Nikodimus  perwakilan dari DAD sungai tebelian mengatakan dirinya gugup dan juga cukup bangga dapat memenangkan lomba sumpit ini.

“Sebelum mengikuti lomba menyumpit pada pekan gawai dayak ini  saya rutin melaksanakan latihan sendiri  2 hingga 3 hari dalam satu minggu,” katanya.

Menurut Niko dulunya sumpit merupakan salah satu alat yang digunakan untuk berburu maupun dalam pertempuran terbuka atau sebagai senjata rahasia untuk pembunuhan diam diam.

“Sumpit digunakan sebagai senjata berburu karena sumpit memiliki keunggulan tersendiri karena dapat digunakan sebagai senjata jarak jauh dan tidak merusak alam karena bahan pembuatannya yang alami,” Tambahnya.

Pemenang lomba sumpit pada pekan gawai dayak ke VIII tahun 2019 kabupaten Sintang akan mewakili DAD kabupaten Sintang pada lomba menyumpit di pekan gawai dayak di Provinsi.

Penulis: Tim Liputan
Editor: Admin Suara Kalbar
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini