|

Ini Dia Struktural Kepemimpinan DIJC Hasil Kongres di Keningau

Struktural Kepemimpinan Organisasi Dayak International Justice Congress (DIJC).
Dari kiri-kanan: Thadeus Yus; Henry Joseph; Askiman; Benedict Topin; Bunie Japah; Nesiwati.

Foto: Nikodemus Niko / suarakalbar.co.id

Keningau, Sabah (Suara Kalbar) – Dayak International Justice Congress (DIJC) di Hotel Perkasa Keningau, Sabtu (15/6/2019) membahas Adat Istiadat berbagai Etnik Dayak seluruh Borneo di hadiri Delegasi Pengurus dan Pemangku Adat dari Kalimantan Indonesia, Sarawak, Brunei dan Sabah Malaysia dilaksanakan sebagai tindaklanjut Temenggung International Dayak Conference di Sintang, Ibu Kota Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, 28–30 Nopember 2018 lalu.

Dalam acara Kongres Hakim Adat Dayak Internasional atau Dayak International Justice Congress (DIJC) yang terselenggara berkat kerjasama Borneo Dayak Forum (BDF) Internasional dan Borneo Heritage Foundation (BHF) ini menghasilkan keputusan terbentuknya Organisasi yang akan menegakkan hukum adat Dayak di negara masing-masing, baik itu di Malaysia, Brunei atau Indonesia, dengan nama "Dayak International Justice Council" disingkat DIJC

Dengan dibentuknya DIJC ini sebagai organisasi internasional yang kelak akan diusahakan untuk didaftarkan di PBB, maka melalui organisasi ini menjadikan Masyarakat Dayak yang memiliki "sub-hukum" yang disebut "Hukum Adat Dayak", merupakan hukum legal yang dilindungi oleh Mahkamah Antara Bangsa lewat deklarasi PBB, sehingga hukum ini tidak dapat diganggugugat oleh mana-mana negara.

Adapun Struktural Kepemimpinan dalam Organisasi Dayak International Justice Council (DIJC) adalah sebagai berikut:

1. Dr. Benedict Topin, KDCA (Sabah) sebagai Presiden
2. Drs. Askiman, MM, (Kalbar) sebagai Deputy Presiden.
3. Thadeus Yus, S.H. M.Pa. (Kalbar) sebagai Secretary General.
4. Henry Joseph (Sarawak) sebagai Wakil Secretary.

Untuk Jabatan Bendahari Agung dan Penolong Bendahari pula, disandang oleh dua orang tokoh wanita dari Sarawak Bunie Japah dan Kalimantan Tengah Ibu Nesiwati.

Dr. Benedict Topin, KDCA sebagai Presiden DIJC terpilih dalam sambutan menyampaikan, "Dalam wilayah ini, Dayak ada 450 Etnik di Kalimantan, 150 lebih di Sabah, dan juga di Sarawak, maka dalam hal ini kita akan senaraikan (membuat daftar) untuk dikenali, dan kita akan buat laporan untuk hal ini," janjinya.

Penulis: Nikodemus Niko
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini