SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Gubernur Kalbar terus pantau banjir di Landak

Gubernur Kalbar terus pantau banjir di Landak

Pontianak (Suara Kalbar) – Banjir yang terjadi di beberapa kawasan di Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat diakui Gubernur Kalbar Sutarmidji telah menyerahkan langsung kepada badan  penanggulangan bencana serta pemkab terkait.

“Terus saya pantau dan saya tau Bupati Landak sudah turun langsung dalam menangani banjir disana,” ungkapnya kepada suarakalbar.co.id usai halal bihalal dikediaman Pj Sekda Kalbar, Syarif Kamaruzzaman, Senin (10/6/2019).

Menurutnya bantuan siap dikerahkan oleh Provinsi Kalbar dalam penanganan banjir yang ada di Landak termasuk obat-obatan dan tenaga medis yang diperlukan.

“Tinggal disampaikan dari sini siap memberikan bantuan karena selalu saya pantau apapun kejadian yang menimpa masyarakat Kalbar terutama banjir di Landak,” tuturnya.

Kedepan, dijelaskan mantan Walikota dua Periode ini bahwa seluruh kawasan di 14 Kabupaten/Kota yang ada harus dilihat sejarahnya terkait konstruksi tanah penyebab dari banjir yang menimpa jika terjadi disetiap tahun.

“Berapa puluh tahun ini harus kita kaji bagaimana banjir terus melanda, kalau perlu reboisasi kita lakukan demikian pula jika harus drainase. Kalau dulu tidak pernah banjir sekarang banjir penyebabnya pasti human error, harus dilihat bagaimana sejarahnya. Dan harus dengan kajian yang jelas,” paparnya.

Terkait kajian, iapun menjelaskan kembali akan berkoordinasi dengan Pemkab Landak dalam langkah mengantisipasi banjir agar tidak menjadi bencana langganan bagi masyarakat di Kabupaten Landak.

Terkait langkah yang telah dilakukan, dijelaskan Bang Midji seluruh badan dan dinas telah memiliki SOP bagaimana langkah yang harus diambil apabila bencana datang.

“Dinas Sosial kemudian badan penanggulangan bencana sudah ada SOP, harusnya langsung bergerak termasuk penambahan tenaga medis saya yakin cukup di Landak,” tuturnya.

Gubernur Kalbar menambahkan kajian salah satunya harus memperhatikan area tampung dengan serapan saluran primer sekunder tersier yang harus seimbang.

“Air yang mengalir harus dihitung selama pembangunan sehingga saluran tersier kering sementara saluran primer tidak boleh kering, semua mulai sekarang terkait pembangunan harus diperhatikan lebih rinci dengan perhitungan yang tepat,” pungkasnya.

Penulis  : Dina Prihatini Wardoyo

Editor    : Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan