DIJ Congress di Sabah Fokus Membahas Masalah Adat
![]() |
| Datuk DR. Jeffrey G Kitingan Presiden Borneo Dayak Forum (BDF) Internasional Foto: Nikodemus Niko / suarakalbar.co.id |
Keningau, Sabah (Suara Kalbar) – Sebagai tindaklanjut Temenggung International Dayak Conference di Sintang, Ibu Kota Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, 28–30 Nopember 2018 lalu, kali ini Borneo Dayak Forum (BDF) Internasional menyelenggarakan Kongres Hakim Adat Dayak Internasional atau Dayak International Justice Congress (DIJC) di Distrik Keningau, Negara Bagian Sabah, Federasi Malaysia, 14–17 Juni 2019 di Hotel Perkasa Keningau.
Presiden Borneo Dayak Forum Internasional, Datuk DR. Jeffrey G Kitingan dalam pertemuan ini kepada suarakalbar.co.id mejelaskan, BDF adalah organisasi antar bangsa (Internasional-Red) yang bertujuan meningkatkan izu-izu asal-usul penduduk asli Borneo yakni suku Dayak, supaya suatu hari nanti mempunyai Dayak Parlemen yang berzaskan adat yang melengkapi sempadan (Perbatasan-Red) politik.
“BDF mempunyai pekerjaan mengurus masyarakat adat yang diiktirafkan (diakui – Red) oleh Bangsa Bangsa Bersatu (Perserikatan Bangsa Bangsa / PBB – Red),” papar DR. Jeffrey G Kitingan, Sabtu (15/6/2019).
Datuk DR. Jeffrey G Kitingan menegaskan, kongres ini Fokus membahas masalah adat Dayak, yakni hanya masalah kebudayaan Suku Dayak.
Dari Indonesia, hadir Wakil Bupati Sintang, Askiman, sebagai inisiator, Pengurus Borneo Dayak Forum Internasional, serta beberapa utusan DAD, perwakilan Temenggung, staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak, Thadeus Yus, serta tokoh-tokoh adat lainnya.
Penulis: Nikodemus Niko






