|

Tim Kapal Kemanusiaan 03 Kalbar bedah rumah di Sekadau  

Tim Bedah Rumah
Pembangunan Rumah
Sekadau (Suara Kalbar) – Suasana haru dirasakan Murni, karena rumah yang ditempaninya kini sudah berdiri kokoh. Sebelumnya, kondisi rumah yang ditempati oleh Murni dan almarhum suaminya, Iyoy sangat memprihatinkan. Murni tinggal di JalanTamtama, Dusun Kapuas, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir.

Murni begitu bersyukur rumah yang ditempatinya itu, bisa berdiri kokoh. Pembangunan rumah Murni dilakukan olehKapal kemanusiaan 03 Kalimantan Barat milik Asia Muslim Charity Foundation (AMCF).

Murni tak kuasa menahan air matanya usai menerima kunci rumah yang baru dibangun tersebut. Butuh dua minggu, bagi tim Kapal kemanusiaan 03 Kalimantan Barat milik Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) untuk membangun tempat tinggal Murni.

Sebelumnya, rumah Murni hanya berdinding kayu. Bahkan, atap rumah yang ditempatinya bersama almarhum suaminya itu sudah bocor. Namun, belum sempat menikmati rumah barunya, suami Murni telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Saat survey dilakukan oleh tim Kapal kemanusiaan 03 Kalimantan Barat milik Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) suami Murni masih hidup.

“Senang. Alhamdulillah. Terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan untuk membangun rumah nenek. Nenek hanya bisa berdoa,” ujar Murni terbata-bata, pada Minggu (5/5).

Tak hanya yang bisa diungkapkan oleh Murni. Ia pun tak pernah menyangka, jika keluarganya bisa mendapatkan bantuan tersebut. Kini, sepeninggal sang suami, Murni tinggal seorang diri.

Sementara itu, Fadil Mahdi, Koordinator Regional Administrator Kapal Kemanusiaan 03 Kalimantan Barat mengatakan, bedah rumah kami memiliki waktu 15 hari untuk menyelesaikan pembangunan rumah tersebut.

“Ukuran rumahnya 6x4 meter untuk satu keluarga. Penerima manfaat harus duafa, sebelumnya kami survey dulu, cek dulu. Apakah memang layak menerima bantuan atau tidak,” ungkap Fadil.

Kemudian, kata dia, pihaknya mengajukan hal tersebut kepada donatur hingga akhirnya pembangunan untuk bedah rumah tersebut bisa dilakukan. Fadil menjelaskan, pengerjaan bedah rumah itu sendiri dilakukan oleh bangunan dari pihaknya serta dibantu oleh masyarakat sekitar.

“Selama 14-15 hari rumah ini dikerjakan. Semi permanen memang. Tapi, Insya Allah bisa bermanfaat,” ucapnya.

Fadil mengatakan, adapun program yang dilakukan pihaknya meliputi tiga bidang, yakni dibidang kesehatan diantaranya ada pembagian kursi roda untuk difabel, sunatan massal serta pengobatan gratis. Dibidang sarana dan prasarana fisik, dalam bentuk bedah rumah serta dibidang sosial kemanusiaan, yaitu pembangian sembako serta ada bidang keagamaan.

“Untuk pengobatan gratis itu diikuti 307 pasien, 59 pasien sunatan massal dan enam kursi roda dibagikan kepada difabel,” tutupnya.

Penulis: Tim Liputan
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini