|

POM Loka Sanggau Cek Jajanan Takjil Di Kota Sanggau

Plh Kepala POM Loka Sanggau
Sanggau (Suara Kalbar)  -Pengawas Obat dan Makanan (POM) Loka Kabupaten Sanggau bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Dan Usaha Menengah (Disperindagkop dan UM) serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau melakukan pengujian terhadap jajanan di pasar juadah kota Sanggau yang terletak di Jalan Ahmad Yani dan Jalan H Agus Salim atau Pasar Sentral Sanggau, Senin (13/5).

“Ada 35 sampel pangan takjil yang kita uji di dua tempat tersebut apakah mengandung bahan berbahaya, formalin, boraks, dan rodamin B, ”kata Plh Kepala POM Loka Sanggau, Marry Oktovina Dameria, Senin (13/5).

Dari 35 sampel itu, secara kasat mata kita lihat mempunyai warna yang mencolok yang kemungkinan ada mengandung bahan berbahaya tersebut contohnya ada beberapa jenis minuman-minuman kopyor yang berwarna cerah, kue yang berwarna cerah, makanan olahan dari bakso, mie, kerupuk. 

“Namun setelah diuji secara cepat melalui lab mobile kita hasilnya negatif semua. Jadi hasil ini sama seperti yang kita dapati pada tanggal 8 Mei di Bunut dan Tanjung Sekayam, hasilnya juga negatif, ”kata Marry.

Marry menambahkan, pengambilan sampel diambil secara resiko, kita melihat pangannya itu tentu yang ada kecendrungan mengandung bahan-bahan berbahaya. 

“Itu yang kita prioritaskan untuk kita sampel, ”katanya.

Mengingat Loka POM Sanggau ini wilayah kerjanya mencakup Sanggau dan Sekadau, Rencananya besok (Selasa dan Rabu) sampling dan pengujian akan dilaksanakan di Kabupaten Sekadau. 

“Untuk di Sanggau sendiri berkaitan dengan pangan takjil sudah selesai. Nanti kita akan lebih intens ke pengawasan sarana distribusi pangan, jadi ke toko dan mini market, ”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindagkop dan UM Kabupaten Sanggau, W Dwiyanto menyampaikan, Pihaknya dari Disperindagkop juga ingin mengetahui apakah makanan-makanan tersebut ada mengandung bahan berbahaya atau tidak. 

“Seperti borak dan formalin. Mungkin kasat mata kita melihat ada barang-barang yang sangat menarik warnanya. Tapi setelah diuji lab secara cepat ternyata barang tersebut negatif dan tidak ada mengandung bahan berbahaya, ”katanya.

Untuk itulah, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap berjualan seperti sekarang ini. Dengan ada atau tidak adanya pengujian dan sampiling, mereka tetap selalu menjaga kenyamanan orang berbelanja.

“Supaya mereka merasa aman dan nyaman. Toh makanan itu juga dimakan oleh anak-anak mereka dan keluarga mereka, ”tegasnya.

Jika ada ditemukan yang menjual makanan mengandung bahan berbaya, terlebih dahulu dilakukan pembinaan. Tapi jika sudah cukup membahayakan bisa ke ranah hukum.

“Itu diperlingungan konsumen. Ini rata-rata industri rumah tangga. Tapi dengan adanya uji secara cepat seperti ini, mereka (Pedagang) akhirnya hapal betul. Jadi besok-besok tidak bakalan bikin makanan yang mengandung bahan berbahaya, lebih baik cari yang aman saja, toh pasti laku dan diuji terus, ”tegasnya(DD/H)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini