|

Pemkab Sanggau Apresiasi Acara Mpohi Sowo Dusun Rantau, Krisantus: tradisi dan budaya harus dilestarikan

Acara Gawai pesta panen Nossu Minnu Podi atau Mpohi Sowo, di Dusun Rantau, Desa Kelompu, Kecamatan Kembayan.
Foto: Nikodemus Niko/suarakalbar.co.id

Sanggau (Suara Kalbar) - Nossu Minnu Podi (Manggil/Pesta Semangat Padi) atau Mpohi Sowo (Kembali Tahun - Ulang Tahun Padi), di Dusun Rantau, Desa Kelompu, Kecamatan Kembayan, tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya perayaan Mpohi Sowo ini hanya ada acara pesta syukur panen padi, dengan acara makan-minum yang disiapkan oleh setiap pemilik rumah untuk menjamu siapa saja tamu yang Pongo' (bertamu - Red) ke rumah penduduk, namun istimewanya kali ini Pengurus kampung dan Panitia Pesta Nosu Minnu Podi menggelar acara syukuran khusus mengundang pejabat pemerintahan di Kabupaten Sanggau dengan menggelar acara ritual dan peragaan tradisi berladang.

Acara yang dipusatkan di Rumah Tipo Dusun Rantau ini dihadiri Bupati Sanggau yang diwakili oleh Ignatius Irianto, S.Sos., M.Si., Staf Ahli Bupati Sanggau Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Sanggau, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat periode 2014-2019 yang kini terpilih menjadi DPR RI periode 2019-2024 pada Pemilu 2019, DAD Sanggau yang diwakili Yus Manan, Camat Kembayan Drs. Inosensius Nono, Pj. Kades Kelompu D. Gagao, Temenggung Panco Benuo kedua ST. Sudin, Tokoh pemerintahan Dusun Rantau, Tokoh Adat, dan Tokoh Pemuda Rantau, Sabtu (11/5/2019).

Ketua Panitia pelaksana K. Kincun dalam pengantarnya menyampaikan, acara pesta syukur Nossu Minnu Podi Mpohi Sowo tahun ini kita buat istimewa.

"Panitia melaksanakam kegiatan ingin tujuannya untuk mengangkat budaya Dayak melalui adat dan tradisi, tata acara makan bersama menggunakan daun domak (sejenis daun pembungkus nasi - Red)," paparnya.

Kincun juga menyampaikan, panitia melaksanakan kegiatan semaksimal mungkin namun ia mengakui keterbatasan dana juga menjadi kendala.

Dalam acara tersebut, Martinus Selemen tokoh masyarakat dan tokoh adat sekaligus juru kunci Situs budaya Nek Hatu Ayu Abai Sultan Kuning Abai Mon Mincang pada sambutannya mengajak, sebagai wujud bersyukur kepada Tuhan, mari kita pertahankan budaya dan tradisi Nossu Minnu Podi sebagai wujud menjalin silaturahmi dan mempererat tali kekeluargaan.

Permainan Tradisional Lembe-lembe.
Foto: Nikodemus Niko/suarakalbar.co.id
Menyelingi acara seremonial, panitia menampilkan peragaan tradisi berladang tradisional.  Zakeus Joni, S.Pd., Sekretaris Pengurus Situs Budaya Ne Hatu Ayu Abai Sultan Kuning, menjelaskan urutan tahapan tradisi berladang yang dilakukan masyarakat adat Hibun yakni, mulai dari Nguso'k/Ngoyah (survey lokasi ladang-Red), Nauk (nebas ladang), Nicol (membakar ladang), Temuho (nugal-menanam padi), Nyobuh (merumput-menyiangi rumput), hingga Ngotingk (panen padi), Nossu Minnu Jameh. Tahapan-tahapan berladang tersebut disimulasikan di hadapan tamu undangan, dengan menampilkan acara serta permainan rakyat berupa pertunjukan, Tere-tere, Lembe-lembe, Pongkok Osik, silat tradisional, Jobau, serta tarian tradisional oleh anak-anak dan remaja Rantau.

Temenggung Panco Benuo Kedua ST. Sudin, menyampaikan, Gawai Nossu Minnu Podi untuk wilayah ketemenggungannya secara serentak sudah dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2019 lalu, namun di Dusun Rantau dilaksanakan tersendiri dengan niat khusus berupa ucapan syukur dengan mengundang pejabat pemerintahan Kabupaten Sanggau.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Daniel Kadus Rantau, niat ingin mengangkat tradisi nenek moyang jaman dahulu, terutama dalam kesederhanaan dan kebersamaan hidup dengan tradisi berladang, maka acara Nossu Minnu Podi dilaksanakan dengan suasana yang berbeda dari biasanya.

Menghadiri sebagai undangan khusus, Krisantus Kurniawan menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap masyarakat yang telah mempercayainya sehingga bisa terpilih sebagai DPR RI periode 2019-2024 pada kontestasi Pemilu 2019 yang baru usai dilaksanakan. Ia mengapresiasi upaya masyarakat di wilayah Sanggau, khususnya Dusun Rantau dalam upaya menggali nilai-nilai tradisi dan budaya lokal. Ditegaskannya, tradisi dan budaya sebagai identitas dan kekayaan yang merupakan aset berharga harus dilestarikan, dan dikembangkan jangan sampai punah.

Mewakili Bupati Sanggau, Ignatius Irianto, S.Sos., M.Si. (kanan), Staf Ahli Bupati Sanggau Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setda Sanggau, menyerahkan bantuan kepada K.Kincun (kiri) Ketua Panitia Nossu Minnu Podi

Di akhir rangkaian acara, mewakili Bupati Sanggau, Ignatius Irianto menyampaikan, Pemda mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Rantau.

"Banyak kekayaan budaya untuk bisa dilestarikan, sehingga generasi penerus selanjutnya bisa mengetahui salah satunya berupa rangkaian kegiatan berladang tahunan masyarakat Dayak," terangnya.

Bagaimana melestarikannya?, tentu selain peran generasi orang tua, usaha dan upaya khususnya generasi muda juga harus ada, terutama untuk mencintai dan bangga dengan warisan budaya leluhurnya, melalui usaha dan kegiatan nyata, pesannya.

Selain itu Ignatius Irianto juga megatakan, kerjasama dan gotong-royong merupakan nilai-nilai yang harus dilestarikan dan dipelihara sehingga bisa diwujudkan dalam kehidupan kita, dan dalam hal mengikuti perkembangan janganlah meninggalkan budaya kita.

Foto bersama usai acara Nossu Minnu Podi atau Mpohi Sowo, di Dusun Rantau, Desa Kelompu, Kecamatan Kembayan

"Saat ini Pemda Sanggau mulai kembali mengangkat istilah Dompu, agar menjadi semangat Persaudaraan, tanpa melihat perbedaan suku karena kita adalah saudara, bagaimana Sanggau menjadi rumah kita bersama," tutupnya.

Penulis: Nikodemus Niko
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini