|

Muda: Optimalkan potensi desa di Kubu Raya

Bupati dan Wabup KKR, Muda -Jiwo saat Safari Ramadhan
Kubu Raya (Suara Kalbat) - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menegaskan dirinya bersama Wakil Bupati Sujiwo akan fokus pada hal-hal yang menyasar pada hajat hidup masyarakat banyak.

Terlebih Kubu Raya memiliki jumlah penduduk yang besar mencapai 604 ribu jiwa dengan 162.000 keluarga yang tersebar di 118 desa. Di antara fokus pembangunan yang akan dilakukan, kata Muda, yakni mengoptimalkan potensi desa-desa yang berbasiskan pertanian, peternakan, perkebunan, dan perdagangan hasil bumi, sungai, dan laut yang potensial.

“Alhamdulillah kita bersyukur dengan areal dan potensi yang ada di sana-sini masih mendorong masyarakat untuk bisa berdaya kemandirian,” ujarnya saat melakukan safari Ramadan di Masjid Alhijrah Baitussholeh Kompleks Villa Mega Timur Estate, Kecamatan Sungai Ambawang, Rabu (15/5) seperti yang rilis humas KKR.

Safari Ramadan di hari ketiga itu turut dihadiri Wakil Bupati Sujiwo dan Sekretaris Daerah Yusran Anizam.
Muda meneruskan, fokus lain yang dikejar pihaknya yakni terkait pelayanan dasar masyarakat seperti di bidang kesehatan.

 Ia menuturkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah meluncurkan program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kubu Raya yang belum terlindungi jaminan kesehatan nasional dan daerah. Program tersebut telah berlaku mulai 1 April 2019 lalu di tempat-tempat pelayanan seperti puskesmas, pustu, dan polindes/poskesdes serta puskesmas keliling.

“Nah, sekarang masyarakat berobat ke puskesmas, pustu, polindes atau poskesdes dan puskesmas keliling tidak akan dipungut biaya lagi. Dan kalau tidak punya BPJS pun tinggal bawa KTP-nya saja yang akan dilayani dengan tanpa biaya,” ujarnya.

Muda mengatakan program kesehatan gratis dilakukan pemerintah daerah demi meningkatkan dan menjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar serta meringankan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat Kubu Raya. Dirinya mengungkapkan akan meningkatkan cakupan pelayanan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu dari 37.000 jiwa saat ini menjadi 70.000 jiwa di tahun 2020 dan meningkat lagi 100.000 jiwa di tahun 2021.

“Dan kalau sudah 100.000 insya Allah ditambah dengan Jamkesmas dan jaminan kesehatan dari BPJS Ketenagakerjaan, maka bisa hampir seluruh masyarakat Kubu Raya yang tidak mampu sudah terjamin dengan BPJS,” ujarnya.

Di bidang pendidikan termasuk keagamaan, Muda memastikan akan terus mendorong dengan berbagai program percepatan. Terlebih Kubu Raya dengan basis pesantren, madrasah, dan TPA terbanyak ada di Kalimantan Barat.

“Insya Allah  aktivitas-aktivitas religius pun tentu kita dorong terus,” ucapnya.
Di bidang pendidikan, Muda akan memperkuat program-program yang sudah ada baik untuk sekolah negeri, swasta, dan sekolah agama. Termasuk Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang dilanjutkan lagi untuk siswa SD-SMP.

“Bahkan BOSDA tahun ini sudah mulai diberikan untuk seragam siswa SD dan SMP yang semuanya dijahit oleh masyarakat dan ibu-ibu yang ada di Kubu Raya. Produksi sudah mulai jalan. Tujuan kita adalah membuka lapangan kerja kepada masyarakat,” jelasnya.

Di sektor perikanan, Muda mengajak generasi muda untuk terjun memanfaatkan potensi Kubu Raya sebagai daerah dengan bentang pesisir yang luas. Termasuk peluang sebagai daerah delta yang dikelilingi sungai. Menurutnya, Kubu Raya punya potensi perikanan tangkap dan budi daya yang besar.

“Nah, untuk budi daya juga kita kembangkan terus. Mudah-mudahan masyarakat bisa kreatif terutama anak-anak muda. Kita ajak dan gerakkan mereka untuk perikanan budi daya supaya ini menjadi usaha yang produktif untuk rumah tangga-rumah tangga,” ajaknya.

Pada kesempatan itu Muda juga mengingatkan para orang tua untuk aktif dalam proses pembangunan daerah. Caranya dengan ikut menjaga dan merawat ketahanan keluarga terutama tumbuh kembang anak. Menurut dia, era globalisasi mempunya dampak besar bagi perkembangan generasi muda.

“Kita mengingatkan saja satu sama lain, jangan sampai anak-anak kita terjerumus pada narkoba dan hal-hal lain yang merusak. Kita selalu berusaha mengalihkan perhatian anak-anak kepada aktivitas-aktivitas yang positif agar mereka tidak sampai terjerumus hal-hal merusak tersebut,” pesannya.

Wakil Bupati Sujiwo menambahkan, selain program-program yang tepat, modal utama lainnya bagi kemajuan suatu daerah adalah persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat. Terlebih di tengah konstelasi sosial politik saat ini sebagai imbas dari proses pemilihan umum serentak 17 April lalu. 

“Sekarang ini zamannya zaman fitnah. Kita juga harus hati-hati menyaring semua informasi khususnya pasca pemilu serentak. Kita harus bersatu kembali. Menatap masa depan bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Kita wujudkan Kubu Raya sesuai dengan visi dan misi Muda-Jiwo. Untuk itu saya berharap persatuan dan kesatuan masyarakat harus tetap,” tuturnya berpesan.

Penulis: rio/humas
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini