|

Lantik 46 pejabat , Karolin minta ASN bangun koordinasi, komunikasi dan kerjasama berjenjang

Bupati Landak Karolin saat memberi ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik, Kamis (23/5/2019).
Landak (Suara Kalbar) – Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa melantik 46 Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Fungsional Auditor dilingkungan Pemerintah Kabupaten Landak. Pelantikan digelar di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Kamis (23/5/2019).

Acara dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Ketua DPRD Kabupaten Landak, para Staf Ahli, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Kabupaten Landak.

Dalam keterangan tertulis media center Pemkab Landak,  beberapa pejabat yang dilantik adalah pejabat administrasi yaitu administrator setara eselon III, dan pejabat pengawas setara eselon IV, serta pejabat fungsional yaitu auditor ahli pertama, yang terdiri dari 12 orang eselon III, 33 orang eselon IV, 1 orang fungsional auditor.

Karolin menegaskan bahwa dengan adanya rotasi jabatan ini sebagai proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personil, oleh karenanya Karolin mengimbau para pejabat yang dilantik bisa melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab.

“Mutasi dan rotasi adalah hal yang biasa dalam suatu organisasi pemerintahan, yang merupakan proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personil dan akan selalu ada selama kebutuhan dan situasi organisasi menghendaki, oleh karena itu  jabatan yang diberikan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, komitmen serta mampu membangun kerjasama dalam suatu organisasi, sehingga dapat memberikan hasil kerja yang maksimal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Karolin.

Karolin juga menyampaikan pelantikan yang dilaksanakan telah melalui tahapan sesuai dengan mekanisme mutasi dan rotasi Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu berdasarkan penilaian oleh tim penilai kinerja ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Landak.

“Perlu saya sampaikan dalam memberikan pertimbangan tersebut tidaklah mudah dilaksanakan, karena dalam menempatkan seseorang dalam suatu jawaban harus melihat track record, masa kerja, latar belakang pendidikan, kompetensi yang dimiliki dan hal-hal yang harus diperhatikan terkait dengan kesesuaian seorang ASN dalam suatu jabatan,” jelas Karolin.

Karolin juga menghimbau kepada para Kepala OPD harus mampu membina serta membimbing bawahan dan mampu membangun koordinasi, komunikasi serta melakukan kerjasama efektif secara berjenjang.

"Para kepala OPD jangan pilih-pilih, dan harus mampu membina, serta membimbing yang menjadi bawahannya, jangan sampai ada pegawai di lingkungannya yang tidak diberdayakan namun akhirnya mengeluhkan kekurangan pegawai," tukas Karolin

“Kemudian bangun koordinasi, komunikasi dan kerjasama efektif secara berjenjang. Ini perlu menjadi perhatian semua pejabat yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Landak," sambungnya.

Menurut Karolin kegiatan mutasi dan rotasi di jajaran pejabat merupakan bagian dari pola pembinaan karier ASN, sehingga ASN yang telah menduduki jabatan paling kurang dua tahun atau paling lama lima tahun akan dilaksanakan evaluasi terhadap kinerjanya.

“Dalam melaksanakan pola karir tersebut setidaknya ASN yang telah menduduki jabatan paling kurang dua tahun atau paling lama lima tahun akan dilaksanakan evaluasi terhadap kinerja yang bersangkutan untuk menentukan apakah tetap dalam jabatannya, mutasi atau pun rotasi jabatan," jelas Karolin.

Karolin juga mengungkapkan dengan adanya rotasi jabatan ini bukan untuk kepentingan pegawai bersangkutan, tetapi bertujuan untuk pembenahan dan  pemantapan Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemka Landak.

"Pengembangan karir juga dilaksanakan bukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih kepada pembenahan dan pemantapan organisasi perangkat daerah di lingkungan kerjanya masing-masing”, jelas Karolin.

Karolin juga berpesan kepada ASN yang dilantik, bisa bekerja dengan baik dan dapat segera beradaptasi terhadap tugas pokok dan fungsi jabatan masing-masing.

"Saya berharap dengan penyegaran yang dilakukan, agar anda tidak bosan, karena bertahun-tahun melakukan hal yang sama, sehingga menjadi miskin dalam ide-ide kreatif dan inovatif," tutup Karolin.

Penulis: Rilis MC-005
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini