|

Gubernur Kalbar, saatnya Soedarso dirubah tak lagi suntuk dan menyeramkan

Pontianak (Suara Kalbar) - Pelantikan Direktur Rumah Sakit Soedarso dan Rumah Sakit Jiwa dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.

Dr Sari Pawan dan Dr Wilson menjadi Direktur RS Soedarso dan RS Jiwa ditetapkan mengingat keduanya telah sesuai dengan jabatan struktural dan Undang-undang yang berlaku.
Selaku orang nomor satu di Kalbar, komitmen merubah RS Soedarso ditegaskannya usai pelantikan dilaksanakan.
"Terhadap Soedarso, suntuk liatnye, harusnya masyarakat dilayani dengan senyum dan harus dengan hati. Kasitau perawat dan dokter yang tidak melayani dengan hati suruh ketempat lain," ungkap Midji saat pelantikan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (16/5/2019).

Dijelaskannya, RS Soedarso sudah harus melakukan perbaikan - perbaikan terlebih  penataan agar nyaman dan ada satu subsidi satu gedung tanpa kelas sebagian gedung lama dibongkar dan akan dijadikan taman. "Direktur yang baru harus merubah tampak Soedarso agar lebih bagus dan sekarang suram masuk kesitu kayak masuk mengerikan, orang sakit masuk situ apalagi kalau malam. Belum lagi kantornya itu tidak kayak, banyak yang harus diperbaiki," paparnya.

Walikota Pontianak dua periode ini meminta perbaikan dengan kerja berat dan menegaskan kepada Direktur RS Soedarso yang baru untuk menjalankan sesuai aturan.
"Saya betul-betul serius ngurus Soedarso,  sekiranya ada yang menghambat kasitau saya siapapun yang mau menghambat adalah orang yang tidak mau memberikan kesejahteraan kepada masyarakat dan tingkatkan pelayanan selain standard operational harus transparan," jelasnya.

Iapun memberikan warning kepada para dokter yang bekerja disana namun pasiennya datang ketempat prakteknya.  "Nanti alat selengkap-lengkapnya kita tanding dengan alat praktek pribadi kita buat pelayanan yang bagus. Soedarso harus menjadi pilihan utama dan menjadi yang diminati masyarakat tertibkan aset dan sampah juga harus diperhatikan," tegasnya.

Terkait RSJ, Gubernur Kalbar, Sutarmidji juga mengatakan kalau ia sedang menyiapkan akreditasi dan Pak Wilson selaku Direktur yang baru harus mengkaji pelayanan rawat inap di RS Sungai Bangkong rawat jalan dan therapy untuk ketergantungan obat.
"Tahun depan kita bangun ruang rawat inap tambahan disiapkan apa yang menjadi prioritas seperti dapur," tuturnya.

Kedepan, ia menambahkan terkait tempat praktek dan mess dokter juga harus disiapkan dan tenaga medis yang kurang, dikaji masalah pembiayaan dalam rangka meningkatkan kualitas penanganan.
"Harus koordinasi dengan dinas sosial dan disampaikan ke Kementrian Sosial termasuk apakah bisa disinergikan dengan dinas Pertanian membudidayakan ikan dan sayuran dengan kawasan tanah yang cukup. Dicari yang dapat dibina mereka juga tenaga medisnya," pungkasnya.

Penulis  : Dina Prihatini Wardoyo
Editor    : Kundori

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini