|

Berjalan Kaki Keliling Kalimantan, Jadi Perhatian Warga

Pejalan kaki keliling Kalimantan, yang menjadi perhatian warga

Sanggau (Suara Kalbar) - Mengaku berjalan kaki dengan rute, Kelteng, Kaltim dan Kalbar yang sudah ditempuh, seorang Bapak paruh baya dengan asesoris berupa spanduk bertuliskan kalimat "MARILAH BERSATU MENYONSONG MASA DEPAN INDONESIA RUKUN DAN SANTUN" yang menutup bagian depan dan belakang tubuhnya dengan bendera Merah Putih di tangannya, menjadi perhatian beberapa warga di Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Tidak hanya memperhatikan saja, Pianus salah satu warga Kembayan segera menanyakan perihal pejalan kaki tersebut.

"Apa misi dan motivasi, Bapak hingga mau berjalan kaki, sejauh ini," tanya Pianus setelah menyapa Bapak tersebut yang kemudian diketahui bernama Sudarsono, warga Desa Selat Tengah, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.
Surat Ijin Jalan. Foto: Nikodemus Niko/suarakalbar.co.id

Menjawab pertanyaan tersebut Sudarsono menunjukan identitas berupa KTP dan Surat Ijin Jalan Nomor: 51/KST/IV/2019 yang dikeluarkan oleh Plt. Lurah Selatan Tengah tertanggal 02 April 2019 dan diketahui Drs. Noor Rahman Camat Selat menjelaskan, tujuan dan misi kegiatannya yakni perdamaian dengan ajakan untuk "Bersatu Menyonsong Masa Depan Indonesia Rukun dan Santun".

Saat ditanya apakah hal ini diketahui dan direstui pihak keluarganya, Sudarsono yang berstatus sudah bekeluarga menjelaskan, perjalanan dilakukan murni keinginan sendiri dan sudah diketahui keluargannya.

KTP pejalan kaki keliling Kalimantan.
Foto: Nikodemus Niko/suarakalbar.co.id

"Saya melakukan kegiatan berjalan kaki antar provinsi di Pulau Kalimantan mulai sejak awal April 2019 lalu hingga kini sudah menempuh rute Kalteng, Kaltim dan Kalbar," tuturnya.

Joko Lalito, warga Kembayan yang juga kebetulan bertemu dengan pejalan kaki tersebut, menanyakan beberapa hal.

Ditanya mengenai biaya selama melakukan kegiatan ini, Sudarsono menjawab, swadaya sendiri dan juga sukarela serta belas kasihan warga di setiap persinggahan yang ia lalui.

"Untuk menginap, saya memilih tempat di Kantor Polisi, karena jika di rumah warga saya tidak ingin ada kecurigaan hal-hal lain yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Penulis: Nikodemus Niko
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini