SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Antonius Angeu: Gawai merupakan Ungkapan Syukur, bukan mabuk-mabukan

Antonius Angeu: Gawai merupakan Ungkapan Syukur, bukan mabuk-mabukan

Antonius Angeu,S.IP, (kanan)

Kepala Desa Pala Pasang, sambutan acara Gawai Nyema’k/Nyarok dilaksanakan selama tiga hari Senin-Rabu (27-29/5/2019), Entabang, Pala Pasang, Entikong.

Foto: Nikodemus Niko / suarakalbar.co.id

Entikong (Suara Kalbar) – Gawai Adalah acara tradisi suku Dayak, dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas panen padi.

Istimewanya tahu ini, di Kampung Entabang, Desa Pala Pasang, Kecamatan Entikong, Gawai Dayak atau Gawai Nyema’k/Nyarok dilaksanakan selama tiga hari Senin-Rabu (27-29/5/2019) dihadiri oleh tamu dan keluarga dari Kampung Sadir, Padawan, Serawak-Malaysia.

Antonius Angeu, S.IP Kepala Desa Pala Pasang, pada acara pembukaan Gawai Nyemak/Nyarok yang dilaksanakan di Balai Pertemuan ‘Suka Rami’, dalam sambutannya mengatakan, “Gawai Dayak merupakan tradisi suku Dayak, sudah dilaksanakan turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas panen padi, dan harus dipahami bahwa pada pesta syukur atas panen padi ini, ada ritual pemberkatan benih untuk ditanam pada tahun tanam berikutnya,” jelasnya.

Ditegaskannya, pesta syukur panen padi atau Gawai Dayak ini merupakan moment pertemuan keluarga untuk semakin mempererat tali silahturami, sehingga hubungan kekeluargaan sembari makan nasi baru hasil panen padi dan aneka kukiner tradiaional khas Dayak, bukan mabuk-mabukan.

Hal tersebut dikatakannya di hadapan tamu dari Kampung Sadir, Padawan, Malaysia yang berjumlah 32 orang, serta seluruh masyarakat Kampung Entabang, Desa Pala Pasang.

Penulis: Nikodemus Niko

Komentar
Bagikan:

Iklan