|

Korupsi, 9 PNS Sanggau dipecat


Herkulanus Heri Purnama
Sanggau (Suara Kalbar) -Surat keputusan Pemberhentian aparatur sipil negara (ASN/PNS) yang tersangkut masalah Korupsi terhadap 9 PNS di Kabupaten Sanggau telah keluar Terhitung  sejak tanggal 28 April 2019 dan resmi dipecat sebagai abdi negara.

Kepala BKPSDM Kabupaten Sanggau, Herkulanus HP mengatakan ada sembilan orang PNS di lingkungan Pemkab Sanggau, sudah dikeluarkan surat keputusan PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) sebagai ASN.

“Pemecatan sembilan ASN itu sesuai dengan Surat Keputusan bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), serta Kepala Badan Kepegawaian Nasional,”kata Herkulanus.

Dijelaskan Herkulanus Menurut SKB tiga menteri itu harusnya paling lambat Desember 2018. Tetapi karena bupati Sanggau saat itu sebagai petahana, ada kewajiban dan keharusan, untuk mendapatkan izin dari Kemendagri.

“Setelah semua proses izin telah dikeluarkan dari Kemendagri, baru  Bupati kita mengeluarkan SK pemberhentianya,” ujar Herkulanus.

Sembilan ASN yang mendapatkan SK PTDH tidak mendapatkan hak pensiun. Karena itu namanya pemberhentian tidak dengan hormat. Kalau dengan hormat, baru mendapatkan pensiun.

“Nama-namanya jangan lah, kami disinipun tidak dalam keadaan senang dalam mengeluarkan SK tersebut tapi ini kareana menjalankan perintah tadi ”katanya.

Ia menambahkan, sebelum mereka dijatuhi hukuman, jabatannya memang sudah dicopot. Jadi, mereka statusnya staf biasa. Jika ada yang melakukan banding, tentunya lewat PTUN dan itu merupakan hak sebagai warga negara.

“Kita tidak bisa membatasi. Tapi untuk kepegawain sudah final,” tegas Herkulanus.

Namun, ia menyampaikan, Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan perkara pengajuan aturan terkait pemberhentian PNS. Salah satu pemohonnya ASN dari Bengkulu, bisa saja mewakili seluruh Indonesia.

“ASN itu mengajukan uji materi terhadap UU ASN dan SKB tiga menteri, tapi oleh MK dimentahkan. Artinya, tidak ada hal-hal yang dilanggar. Jadi pemberhentian itu harus tetap dilaksanakan,” tutup Herkulanus.(DD)
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini